15 December 2023

Bunga Berguguran di Tahun Baru


"Shen-shen" dia memanggil namaku pelan

Lonceng dan gantungan yang ada pada tubuhnya, berbunyi halus

Wangi cherry blossom menebarkan rasa rindu

Aku menarik nafas, sungguh merindukannya


Bunga bermekaran menandakan sebentar lagi pergantian tahun

Rakyat menggantungkan lampion, tanda harapan

Para cendekiawan menyiapkan syair tahun baru

Dan aku, akan pulang menemuinya lagi...


Tapi dia lenyap di antara hutan bambu

Saat angin menerpa ku, aku mengejarnya

Namun kehilangan bayangannya


Aku bersumpah, akan terus mencari dirinya

Dirinya adalah misteri yang harus kupecahkan

Sosok yang indah, aku mengejarnya tanpa pengecualian

14 December 2023

Mengatur Kamar Dengan Sederhana

Dengan melakukannya kita juga akan menyederhanakan pikiran.

 

Perbedaan antara kesederhanaan dan pelit.

 

Relasi antara pikiran dan tubuh seperti relasi antara ayam dan telur.

Jika kita menumbuhkan pola pikir yang disederhanakan, secara alami tubuh kita juga akan menjadi ramping. Sebaliknya, jika kita memperhatikan makanan dan menguatkan tubuh, begitu pula pikiran kita akan menjadi lebih sehat dan kuat.

Begitu pula dengan relasi di antara pikiran dan ruang ragawi kita. Jika ingin menyederhanakan diri internal, aturlah kamar kita secara lengang.

Gaya hidup sederhana itu indah. Itulah semangat Zen.

Kesederhanaan adalah soal menyingkirkan apa yang tidak bermanfaat. Tentukan apakah sesuatu itu benar-benar penting, dan jika ya, rawatlah dengan baik. Inilah bedanya dengan pelit. Pelit adalah hidup bersama benda-benda yang bernilai rendah. Dalam soal nilai, saya bukan mengacu pada harga – nilai juga melibatkan kedalaman perasaan terhadap benda.

Misalnya, hidup sederhana berarti cangkir yang kita gunakan setiap hari untuk minum kopi adalah cangkir yang benar-benar kita sukai – cangkir yang kita rawat dan gunakan dalam waktu yang lama. Dapatkan hanya benda-benda yang baik mutunya yang benar-benar kita butuhkan. Gaya hidup sederhana adalah praktik fundamental yang akan memoles pikiran.

Harapan di Tengah Angin Malam


Ibu kota terlalu dingin ketika larut malam

Minumlah dua-tiga cangkir arak beras menghangatkan tubuh

Pusat pemerintah begitu jauh

Satu per satu langkah mendekatkan daerah dengan pusat


Di muka istana seseorang berdiri tersenyum

Dengan sapu tangan seolah menyambutku

Saat ku melihatnya, ia sedang bercakap dengan temannya

Semalam di rumah Dinasti Qing, begitu nyenyak beristirahat


Makanan kecil mengisi perut lapar di tengah malam

Hidup seperti tidak teratur tapi itu benar-benar menyenangkan


Lampion di muka rumah menyala redup

Tapi itu tidak pernah menyesatkan rakyat

Perlahan membawa kami kepada kehidupan yang lebih baik

13 December 2023

Mengurangi Barang Milik Kita

Memiliki hanya yang kita butuhkan

 

Konsep menghabiskan esensi dari benda-benda

 

Di antara kuil-kuil di Kyoto, taman bebatuan di kuil Ryoanji dan halaman di kuil Daisenji berfungsi sebagai model contoh taman Zen.

Keduanya disebut taman kering, karena taman ini membangkitkan pemandangan yang indah tanpa menggunakan kolam atau Sungai kecil atau unsur air lainnya.

Kenyataannya, bahkan tanpa kehadiran air, kita masih bisa merasakan Sungai pegunungan mengalir.

Di dalam kepala, bayangkan suatu pemandangan yang mengandung unsur air, dan biarkan pikiran kita tinggal sebentar di sana.

Taman-taman ini adalah perwakilan yang sesungguhnya dari terbebaskannya pikiran kita.

Tidak selalu diperlukan air untuk menyampaikan gagasan tentang mengalir. Singkirkan segala sesuatu yang tidak relevan, buatlah taman dengan menggunakan apa yang sudah kita miliki. Bahkan jika kita hanya memiliki satu benda, dengan imajinasi dan kecerdikan akan ada banyak cara untuk menggunakannya.

Ketika belanja untuk keperluan sehari-hari, sebelum kita mendapatkan sesuatu yang baru, pikirkan apakah kita benar-benar membutuhkannya, dan lihatlah sekali lagi pada apa yang telah kita miliki.

Mendapatkan banyak barang bukanlah kebebasan.

Yang penting adalah mendapatkan pola pikir untuk menggunakan benda-benda dengan bebas.

Rintik Hujan di Paviliun

Angin bertiup seperti membuat hatimu membeku

Saat kulihat wajah mu, pucat tanpa keraguan

Kau berucap perpisahan adalah pasti

Di tepi kolam lotus, itu adalah terakhir kali


Saat aku mendengar nama mu disebut

Aku memahami, nasib memberitahu ku

Pertemuan saat ini adalah nasib

Tapi tak bisa memiliki mu adalah takdir


Dari setiap langkah mu terlahir lotus

Bedak dan gincu, yang memperingatkan mu tentang aku

Saat kau bertemu dengan ku di masa lalu

Aku terus merasa kau sangat cantik

Hingga nyawa pun tanpa disadari terancam


Perlahan ku mendengar suara tetesan air

Saat aku berada di muka Paviliun 

Kau tersenyum dan seolah tidak boleh siapa pun memiliki mu

Hati mu begitu banyak teka-teki


Perlahan ku mendengar suara hujan semakin deras

Ke mana pun aku mencari bayangan mu?

Kau adalah alasan ku merasa kehilangan

Hingga aku tidak bisa lagi menerima kenyataan

12 December 2023

Kata Terlarang

Dia melihatku dengan tatapan memelas

Perhatian diriku yang akan pergi

Aku asyik dengannya di hari-hari kemarin


Kata orang-orang aku dan dia dekat

Tapi setelah mengenal dirinya setahun

Aku jadi mengambil kesimpulan


Aku tahu dia tahu

Di dada kami ada rasa yang menggelitik

Kami orang yang tidak punya status


Jadi yang ingin kami katakan

Adalah kata terlarang

Dia mengajakku minum air mineral

Sembari makan jamur krispi pedas

Dia bilang kami suka menyiksa lidah

Dengan makan makanan pedas


Hari-hari ujian semester terakhir

Kami habiskan dengan nonton bioskop

Jangan khawatir, teman

Aku tidak akan bilang siapa-siapa

Aku tidak akan bilang apa-apa


Aku berharap nilai kami bagus

Setelah duduk bersama di kelas

Dan berpetualang keras di jalan Banjar


Sekelompok anak muda membawa kamera

Sempat menjadi cemooh orang-orang

Kami menebalkan muka dan hati


Di tepi jalan ada taman terlantar

Kami ada di dunia yang ajaib

Saat menatap matanya berdua-dua

Aku tahu dia tahu


Isi kepala kami saling memikirkan

Ayo pulang, jangan ucapkan kata terlarang

Kami berdua telah mabuk

Sekali lagi, jangan ucapkan kata terlarang

16 October 2023

Manusia Utara

Aku berjalan bersama teman ku di pasar

Kau berdiri menatapku dengan tajam

Aku pikir kau tidak baik hanya dengan melihat mata mu

Ternyata wajah mu seperti ukiran Yunani


Dan kau menghampiriku dengan kesan yang kurang baik

Dan yah aku hanya menyambut semuanya

Aku awalnya tidak ingin terlalu dekat dengan mu

Karena aku baru mengenal mu

Kau terlihat seperti penyamun di pasar


Seorang anak gadis berjalan ke Bait Allah

Kau bukanlah orang yang taat

Bagi mu aku hanya mengikuti keluarga ku berdoa

Kau bertanya padaku "apa bedanya kau dan aku?"


Ada sebuah perasaan yang sepertinya

Nyaman hidup menantang bersama mu

Saat kau begitu tertarik bertemu orang-orang terdekat ku


Hidup tanpa ketenaran dan hiruk pikuk

Aku seorang yang ramah dan siapa pun mengenal ku

Rasanya sulit mengerti diri mu

Kau dan aku bagaikan laut dan darat


Aku adalah orang Selatan dan kau pelukis yang handal

Wajahmu begitu indah seindah hati mu

Orang-orang tidak tahu jika mendengar cara mu berbicara

Tapi kau seorang dengan rasa kemanusiaan yang tinggi


Kau mengajakku ke rumah mu yang penuh aturan

Ayah mu adalah seorang yang tegas

Kau bilang aku adalah tempat bersandar mu

Ibuku menghadiahkan mu sebuah syal


Yah, memang benar kata hatiku

Orang Utara memiliki tulang yang lebih keras

Mereka lebih bersemangat dan ambisius

Tapi hati mereka tak bisa dibohongi

Chi Kung Lao Shi Menjaga Keluarga Ku


Hari ini, aku pulang ke rumah ku di Gunung Sindur. Sepulang rumah, karena sudah malam aku segera membersihkan altar rumah ku.

Saat membersihkan altar, aku memperhatikan pohon Sri Rezeki yang ada di kedua sisi altar ku. Di sisi kanan ada rupang Dewi Kwan Im, tepat di sebelah kanannya daun Sri Rezeki nya kuning dan bahkan ada yang busuk. 

Kakak perempuan ku bilang, bahwa stok Sri Rezeki di rumah hampir habis. Aku bilang aku akan mengecek stoknya besok pagi di perkarangan rumah. Aku pun melanjutkan membersihkan altar rumah ku di sisi kiri tepatnya di sisi Chi Kung Lao She.

Saat diperhatikan, mengapa daun Sri Rezeki di sebelah rupang Chi Kung Lao She terlihat segar dan hijau-hijau? Berbeda sekali dengan sisi Dewi Kwan Im yang kering bahkan busuk. Apakah ini pertanda bahwa Chi Kung Lao She ada di rumah ku menjaga keluarga ku?

Chi Kung Lao She pernah bersabda, "Masuk pintu Lao She tidak akan kelaparan, keluar dari pintu Lao She juga tidak kaya".

Sepeninggal ayah ku, kehidupan ku yang awalnya lumayan menjadi "agak berat". Tapi sesuatu hal yang belum pernah terjadi di dalam hidup ku saat ayah ku masih ada, aku menjadi lebih sering bersumbangsih dalam tenaga. 

Dahulu, saat ada ayah ku, aku terlalu boros. Tapi nyata sekali wejangan Chi Kung Lao She, bahwa sampai saat ini pun hidupku masih berkecukupan dan bahkan punya kemampuan yang lebih untuk bersumbangsih.


21 August 2023

Mencari Kata-Kata Favorit

Saat untuk bersama pikiran kita.

Misalnya, “Segala sesuatu datang dari ketiadaan” – sebuah frasa Zen untuk membebaskan diri dari kelekatan.

 

Zaman dahulu, semua rumah Jepang memiliki ceruk yang disebut tokonoma.

Sebuah gulungan kertas digantung di tokonama, dan orang-orang akan merenungkan kata-kata di gulungan kertas itu ketika berada di rumah. Terlepas dari apakah itu lukisan favorit atau kaligrafi sebuah prinsip penuntun, tokonama mengungkapkan semangat dan gaya hidup orang-orang yang tinggal di dalam rumah itu.

Pertimbangkan untuk menghias rumah kita dengan kaligrafi – bisa berupa pepatah yang menginspirasi, kata-kata dari seorang yang kita kagumi, atau sesuatu yang memungkinkan perenungan diri. Kita tidak perlu membuat ceruk – dinding ruang tengah kita bisa dimanfaatkan. Juga tidak menjadi masalah apakah kaligrafinya indah atau tidak.

Menatap tulisan itu akan menyediakan ruang dan waktu untuk kontemplasi hening.

Jika kita tidak bisa memikirkan kata-kata untuk dipilih, saya menganjurkan yang satu ini:

“Di dalam ketiadaan terdapat potensi yang tak terbatas.”

Ini berarti manusia dilahirkan tanpa memiliki apa pun. Tetapi di dalam diri kita semua terletak potensi yang tak terbatas.

Oleh karenanya, tidak ada yang perlu ditakuti. Tidak ada yang perlu dicemaskan. Ini adalah kebenaran.

20 August 2023

Dispenser Air Dingin di Vihara

Hari ini, aku pergi ke Vihara. Saat aku datang, aku lihat ada yang berbeda, ada Dispenser air dingin di Vihara Kuang Hang!

Saat itu aku yang baru datang sangat haus, dan segera mengambil gelas di dapur dan menekan tombol "Cold". Wah, ternyata dispenser benar-benar bisa mengeluarkan air dingin.

Jadi ingat ketika kurang lebih dua minggu yang lalu, aku pergi ke Vihara Pusat Kuang Hua di Pluit untuk membantu Sidang Dharma. Di sana ada dispenser air dingin, dan tampaknya tidak banyak umat yang menyadarinya. Karena kebanyakkan umat mengambil air di dispenser biasa yang terletak di depan.

Aku sungguh senang, begitu tahu bahwa tidak banyak orang menyadari ada dispenser air dingin. Aku pun sering mengambil air dingin di sana dan meminumnya ketika panas siang hari begitu pekat.

"Seandainya di Kuang Hang juga ada dispenser serupa", tiba-tiba terbesit di pikiran ku saat itu.

Dan taraaa.. dua minggu kemudian, saat aku pergi ke Vihara Kuang Hang, ada dispenser air dingin bermerek "Sharp". Katanya dispenser ini disumbang oleh Ko Reagan. 

Rasanya sungguh senang. Sekarang kalau cuacanya panas, tak perlu repot-repot menurunkan es batu di kulkas. Cukup tekan tombol "Cold" di dispenser maka air dingin telah tersedia.

18 August 2023

Menemukan Manfaat Dari Makanan yang Berpusat Pada Sayuran

 Puasa vegetarian adalah “pembersihan yang cepat” bagi pikiran dan tubuh.

Terinspirasi oleh postur pendeta yang baik dan tinggi.

 

Para bhiksu yang bijak memiliki tampilan yang indah.

Maksud saya, mereka bukan memiliki wajah yang menarik atau mereka itu modis; saya sedang membicarakan keindahan yang membugarkan yang sepertinya bersinar melalui kulit dan tubuh mereka. Postur mereka, apakah dalam posisi duduk atau berdiri, sangatlah indah. Tampilan mereka selalu dipoles oleh praktik harian dari bangun pagi untuk pelatihan Zen dengan penuh kesadaran.

Ada kaitan langsung antara pikiran dan tubuh. Ketika memoles pikiran, vitalitas terbarukan kita akan dengan sendirinya tampak pada tubuh.

Makanan tidak hanya melayani tubuh. Makanan juga berdampak besar pada pikiran. Makananlah yang menciptakan tubuh dan pikiran kita.

Ketika menganut makanan yang berpusat pada sayuran, pikiran kita menjadi damai, tidak disusahkan oleh kekesalan-kekesalan kecil. Itu akan tampak pada kebersihan kulit kita. Sebaliknya, hanya memakan daging akan menginspirasi semangat perang. Sebelum kita menyadarinya, kulit kita mulai berubah warna.

Saya sadar, mungkin akan terlalu berat bagi kita untuk sepenuhnya menghapus daging dan ikan dari makanan.

Usulan saya; Cobalah hanya makan sayuran selama satu hari dalam seminggu.

16 August 2023

Ketika Makan, Berhenti Sejenak di Setiap Suap

Menikmati rasa syukur.


Praktik Zen bukanlah hanya meditasi duduk.


Makanan para bhiksu yang mempraktikkan Zen didasarkan pada makanan Shojin, atau makanan vegetarian Buddhis. Sarapan, yang disebut shoshoku, terdiri atas bubur beras dan acar. Makan siang, atau tenshin, adalah nasi dan sup, sekali lagi dengan acar. Dan makan malam, atau yakuseki, adalah santapan sederhana, meski biasanya merupakan santapan terbesar pada hari itu, terdiri atas masakan sayuran, nasi, dan sup. Porsi kedua hanya boleh nasi, dan daging tidak pernah dimakan.

Cara yang benar untuk menyantap makanan Zen disebut "Lima Perenungan". Sederhananya:

  1. Kami mempertimbangkan upaya orang-orang yang telah mendatangkan makanan itu kepada kami, dan bersyukur untuk mereka.
  2. Kami merenungkan tindakan kami sendiri, dan diam-diam berpartisipasi.
  3. Kami menikmati makanan, tanpa serakah, marah, atau tak peduli.
  4. Kami menganggap makanan sebagai obat untuk merawat tubuh dan semangat kami.
  5. Dengan penuh syukur, kami menerima makanan sebagai bagian dari jalan harmonis kami menuju pencerahan.


Kami merenungkan lima hal ini setiap kali makan, mengungkapkan rasa syukur untuk makanan, dan berhenti sejenak di setiap suap dan meletakkan sumpit kami. Tujuan dari pemberhentian sejenak ini adalah agar kami mampu menikmati perasaan syukur bersama setiap kunyahan.

Makan bukanlah sekadar untuk memuaskan rasa lapar. Makan adalah saat yang penting untuk mempraktikkan pelatihan kita.

13 August 2023

Semalam di Vihara

Hari ini Alexius datang ke Vihara

Kami besok akan ikut kelas di Vihara

Malam ini kami menginap di Vihara

Hari ini, malam ini, dia mengobrol di Vihara


Tenggelam di malam Jakarta, di ruang tatami

Di tengah binarnya lampu-lampu Jakarta

Semakin malam, semakin tenggelam

Padahal sudah makan, perut pun berbunyi


Lihat, kakak senior kami gojekin martabak

Baru tahu, ada yang isi kacang

Ada yang seperti biasa isi coklat kacang

Kami berterima kasih beliau telah belikan martabak


Baru hari ini bertemu junior beda Vihara

Aku pikir kami tak akan sebawel di ruang obrolan

Ternyata semalaman di Vihara

Kami tak terbatas tenggelam dalam obrolan


Dharma yang kami bahas tidak pernah terbatas

Alexius di pojokkan bercanda dengan Lisa

Perasaan bahagia kami tak terbatas

Besok kami akan ikut kelas dengan leluasa

10 August 2023

Jangan Mengabaikan Makan Besar

 Jadikan soal makan sebagai santapan kita.

"Makan dan minum dengan sepenuh hati"

 

Ketika makan, apakah kita berfokus pada tindakan makan?

Sarapan adalah sesuatu yang kita lakukan sambal bergegas keluar pintu. Makan siang dilakukan Bersama teman-teman kantor sambil membicarakan pekerjaan. Dan makan malam disantap sambil menonton televisi. Tindakan makan terlalu sering dilalaikan, bukan?

Di dalam Buddhisme Zen, kami mempunyai pepatah: “Makan dan minum dengan sepenuh hati.” Artinya, Ketika minum secangkir teh, berfokuslah saja pada meminum teh. Ketika makan berfokuslah saja pada menyantap makanan. Saat menikmati masakan, pikirkan orang-orang yang telah memasaknya. Bayangkan ladang di mana sayuran telah ditumbuhkan. Rasakan perasaan syukur untuk kelimpahan alam.

Semua makanan kita telah melewati tangan ratusan orang sebelum tiba pada kita. Dengan menganut kerangka pikir seperti ini di saat makan, mungkin kita akan menyadari betapa beruntungnya kita.

Mengapa kita menikmati hal-hal yang lezat?

Karena, kehidupan di dalam kita menikmati apa yang telah ditumbuhkan oleh kehidupan di dalam orang lain.

09 August 2023

Berusaha Menggunakan Suara Keras

Ini cara untuk membuat diri kita termotivasi.

Bicaralah dari perut dan bangunkan otak kita.

 

Pernahkah kita bertemu dengan seorang bhiksu Zen yang sedang mendaraskan sutra?

Suaranya menggema di ruangan kuil di saat dia mendaraskan sutra dengan volume suara yang penuh sebagai persembahan. Dan jika ada beberapa bhiksu yang mendaraskannya, kepekatan suara mereka seakan-akan menggema dari tanah itu sendiri.

Mengapa mereka mendaraskan sutra dengan semangat besar seperti itu?

Ada sebuah alasan yang bagus?

Ketika bicara dengan suara keras, kita bisa mendengar suara sendiri dengan jelas. Tetapi lebih dari itu, suara akan merangsang dan mengaktifkan otak kita. Kami, para bhiksu, bangun pagi dan terlebih dahulu mendaraskan sutra untuk membangunkan otak kami.

Untuk bisa mendaraskan sutra dengan suara keras, kami harus memosisikan tubuh dengan benar dan bernapas dari perut. Para penyanyi opera menggunakan Teknik yang sama. Ini sangat baik untuk tubuh. Jadi, masuk akal bahwa para bhiksu mendaraskan sutra dengan suara keras.

Sekali sehari, cobalah menggunakan suara yang keras, bahkan jika kita hanya menuang hati dengan sepenuhnya ke dalam sarapan pagi kita. Mungkin kita akan dikejutkan oleh perasaan nyaman yang ditimbulkan.


(Dikutip dari buku “Seni Hidup Bersahaja” karya Shunmyo Masuno)

08 August 2023

Menulis di Kertas dengan Cermat

Diri sejati kita dapat dilihat di dalam tulisan tangan kita.

Alihkan perhatian kita ke arah dalam.


Para bhiksu Zen selalu berminat pada kaligrafi dan melukis.

Apa yang diwakili kaligrafi dan lukisan bagi kita, terutama sebagai bagian dari praktik Zen? Niat kita bukanlah meninggalkan karya yang bernilai langgeng, atau bebangga pada keterampilan kita, tetapi berupaya mengungkapkan diri melalui karya seni.

Misalnya, ada suatu kepekatan yang tak bisa dijelaskan di dalam kaligrafi seorang bhiksu Zen yang terkenal, Ikkyu. Semangat yang diungkapkan dalam karyanya menguasai orang yang melihatnya. Begitu pula di dalam lukisan-lukisan pemandangan karya Sesshu, ombak-ombak tinta yang kabur mengandung esensi dari semangat dirinya.

Bisa dikatakan bahwa kaligrafi dan lukisan mereka adalah penyulingan dari diri internal mereka.

Latihan kaligrafi dan lukisan adalah sebuah cara untuk berhubungan dengan diri internal kita. Lepaskan gangguan pengalihan perhatian dan biarkan kuas bergerak di atas kertas.

Pertimbangkan untuk mencoba menulis atau menggambar dengan cermat - bukan dengan niat untuk menunjukkannya kepada orang lain, tetapi untuk menemukan diri internal kita secara penuh kesadaran.

Diri sejati kita akan tertampakkan, dalam satu baris huruf.


(Dikutip dari buku "Seni Hidup Bersahaja" karya Shunmyo Masuno)

03 August 2023

Belum Pergi Sudah Menunggu Mu Pulang


Embun di pagi hari mengabut jendela

Kutelusuri langkah ku di pukul lima


Pulang dengan wangi dupa

Aku duduk di serambi sembari merenung

Bunga-bunga Lily di pekarangan bermekaran


Bulan dan Matahari bertemu di pukul setengah enam

Langkah ku membawaku ke sebuah taman

Hidup akan selamanya seperti ini

Seandainya pagi ini tak pernah usai, selamanya


Ini baru awal hari, merelakan mu pergi dengan terpaksa

Aku berada di rumah menunggu mu pulang

Belum pergi sudah menunggu mu pulang


Aroma kopi hitam di pagi hari

Aku ingin Sabtu selalu setiap saat

Aku ingin kau mengendarai mobil seperti biasa

Dan membawa kita ke mana pun itu, selamanya


Seiring waktu berlalu

Aku jadi menyadari ketidak-abadian

Saat tangan ini harus melepaskan tangan mu

Dan menjadi dewasa secara mendadak

Jangan bersusah hati, Ayahku

Aku berjanji akan menjaga diriku baik-baik

Hingga nanti aku kembali pada Mu

Membuat Secangkir Kopi yang Nikmat

Kebahagiaan ditemukan dalam meluangkan waktu.

Ketika menyingkirkan upaya, kita menyingkirkan kenikmatan hidup.


Apa yang kita lakukan ketika menginginkan secangkir kopi? Jika ada di rumah, kita akan menyalakan mesin pembuat kopi. Atau jika ada di luar rumah, kita akan membeli secangkir kopi yang murah. Kedua tindakan ini sangat wajar.

Tetapi bayangkan skenario lain. 

Pertama-tama kita pergi ke hutan dan mengumpulkan kayu bakar. Kita membuat api dan mendidihkan air. Saat menggiling biji kopi, kita menengadahkan ke langit dan berkata, "Ah, hari yang sangat indah."

Kopi yang diseduh dengan cara seperti ini akan terasa jauh lebih nikmat daripada kopi dari mesin. Mungkin, alasannya adalah karena setiap langkah di dalam proses itu telah menghidupkan - mengumpulkan kayu bakar, menyalakan api, menggiling biji kopi. Tidak ada yang tidak relevan di setiap aksi ini. Itulah yang saya sebut hidup.

Hidup membutuhkan waktu dan upaya. Artinya, ketika menyingkirkan waktu dan upaya, kita menyingkirkan kenikmatan hidup.

Sering-seringlah mengalami sisi lain dari kemudahan.


(Dikutip dari "Seni Hidup Bersahaja" karya Shunmyo Masuno)

02 August 2023

Mengatur Meja Kerja

 Membersihkan adalah memoles pikiran.

 
Meja kita adalah cermin yang memantulkan pikiran internal kita.

 

Lihatlah meja-meja kerja di sekitar kita di kantor. Kemungkinan besar orang-orang yang meja kerjanya selalu rapi adalah orang yang bagus di pekerjaannya. Sebaliknya, mereka yang meja kerjanya selalu berantakan mungkin adalah orang yang gelisah dan sulit berfokus pada pekerjaan.

Ketika segalanya tak beraturan, susunlah dengan baik. Ketika segalanya berantakan, rapikanlah. Sebelum selesai bekerja untuk hari itu, bereskan dan rapikan meja. Orang yang terbiasa melakukannya akan memiliki pikiran yang lebih jernih. Mereka bisa berfokus seratus persen, tanpa teralihkan, pada pekerjaannya.

Di kuil-kuil Zen, para bhiksu membersihkan setiap pagi dan malam. Kami membersihkan dengan sepenuh hati, walaupun kuil kami tidak kotor. Tujuannya bukan hanya membuat kuil mengilat, tetapi juga memoles pikiran kami melalui tindakan membersihkan.

Bersama setiap ayunan sapu, kita membersihkan debu di pikiran kita.

Bersama setiap usapan lap, hati kita bersinar lebih terang.

Ini juga berlaku pada meja kerja di kantor dan kamar-kamar di rumah. Jangan biarkan diri kita terganggu oleh kecemasan dan masalah – kunci untuk menjaga kebugaran pikiran adalah pertama-tama menyusun dan merapikan benda-benda di sekitar kita.

 

(Dikutip dari “Seni Hidup Bersahaja” karya Shunmyo Masuno)

01 August 2023

Membuang Apa yang Tidak Diperlukan

Ini akan menyegarkan pikiran.

Berpisah dengan benda-benda lama sebelum mendapatkan benda baru


Ketika segalanya sedang tidak berjalan dengan baik, kita cenderung berpikir bahwa kita sedang kekurangan sesuatu. Tetapi jika ingin mengubah situasi saat ini, kita harus terlebih dahulu berpisah dengan sesuatu sebelum kita berusaha mendapatkan sesuatu yang lain. Ini adalah aturan mendasar dari hidup sederhana.

Buanglah kelekatan kita. Lepaskan asumsi. Kurangi harta milik. Hidup sederhana adalah juga soal membuang beban ragawi dan mental.

Sungguh menakjubkan betapa segarnya perasaan kita setelah menangis secara baik. Menangis menyingkirkan apa pun beban yang kita bawa di dalam hati. Kita merasa dibugarkan untuk mencoba lagi. Saya selalu merasa bahwa konsep Buddhis tentang "pikiran yang telah tercerahkan" - huruf Jepang yang menggambarkan "pikiran yang bersih" - mengacu pada "penyegaran" rohani ini.

Tindakan membuang, melepas beban mental dan ragawi, dari hal-hal yang membebani kita, mmang sangat sulit. Terkadang ini disertai dengan nyeri yang nyata, seperti ketika kita berpisah dengan orang yang kita sayangi.

Tetapi jika ingin memperbaiki segalanya, jika ingin hidup dengan hati yang ringan, kita harus mulai dengan membuang. Begitu kita melepaskan, kelimpahan yang baru akan mengalir ke dalam hidup kita.


(Dikutip dari: "Seni Hidup Bersahaja" karya Shunmyo Masuno)

31 July 2023

Menjejerkan Sepatu Ketika Melepasnya

Ini akan memperindah hidup.

Ketidak-aturan di pikiran akan tampak di kaki.


Telah lama dikatakan bahwa kita dapat mengetahui banyak hal tentang sebuah rumah tangga dengan melihat ruang masuknya, terutama di rumah-rumah Jepang, tempat kami melepas sepatu ketika memasuki ruangan itu. Apakah alas-alas kaki terjejer dengan sempurna atau menumpuj berantakan - hanya dengan satu rincian kecil ini, kita dapat mengetahui situasi pikiran orang-orang yang tinggal di sana.

Di dalam Buddhisme Zen, kami mempunyai sebuah pepatah yang berarti, "Lihatlah dengan cermat apa yang ada di bawah kakimu". Kalimat ini memiliki arti harafiah, tetapi juga mengatakan bahwa orang yang tidak memperhatikan jejak langkahnya tidaklah dapat mengenali dirinya sendiri, dan tidak dapat mengetahui ke mana hidupnya menuju. Mungkin ini terdengar berlebihan, tetapi hal kecil seperti itu benar-benar bisa berpengaruh besar pada cara hidup kita.

Ketika pulang ke rumah, lepaslah sepatu dan jejerkan dengan rapi di pintu depan. Lakukan hal ini karena hanya membutuhkan tiga detik.

Tetapi dengan menumbuhkan kebiasaan ini, secara ajaib segala sesuatu di dalam hidup kita akan menjadi lebih jelas dan teratur. Ini akan memperindah hidup kita. Inilah ciri manusia.

Pertama, cobalah mengubah perhatian kita pada kaki.

Dengan menjejerkan sepatu, kita sudah mengambil satu langkah maju ke arah yang kita tuju.


(Dikutip dari "Seni Hidup Bersahaja" karya Shunmyo Masuno)


30 July 2023

Menikmati Udara Pagi

 Inilah rahasia hidup panjang para bhiksu.

Setiap hari adalah sama.

 

Ada yang mengatakan bahwa para bhiksu Buddha yang mempraktikkan Zen memiliki umur Panjang.

Tentu saja diet dan teknik pernapasan adalah faktor penyumbang, tetapi saya percaya bahwa gaya hidup yang tersusun dan teratur memberi pengaruh yang positif, secara Rohani dan ragawi.

Setiap pagi saya bangun pukul 05.00 dan hal pertama yang saya lakukan adalah mengisi paru-paru dengan udara pagi. Saat saya berjalan mengitari ruang utama kuil, ruang pertemuan, dan bilik-bilik pendeta, lalu membuka tirai hujan, tubuh saya mengalami perubahan-perubahan musim. Pukul 06.30 saya melakukan liturgi Buddhis dengan mendaraskan kitab suci, lalu saya sarapan. Berikutnya adalah mengurus apa pun urusan untuk hari itu.

Proses yang sama berulang setiap hari, tetapi setiap hari tidaklah sama. Rasa udara pagi, saat ketika fajar tiba, sentuhan angin di pipi, warna langit dan dedaunan di pohon – segala sesuatunya selalu berubah. Pagi adalah saat ketika kita sepenuhnya mengalami perubahan-perubahan ini.

Inilah sebabnya para bhiksu melakukan meditasi duduk (zazen) sebelum matahari terbit, untuk, secara ragawi, merasakan perubahan-perubahan di alam ini.

Pada praktik zazen pertama dari hari, kyoten zazen – zazen pagi – kami merawat pikiran dan tubuh kami dengan menghirup udara pagi yang indah.


(Dikutip dari "Seni Hidup Bersahaja" karya Shunmo Masuno)

29 July 2023

Bangun Lima Belas Menit Lebih Dini

Resep untuk saat ketika tidak ada ruang di hati kita.


Bagaimana kesibukan membuat kita kehilangan hati.

Ketika kita kekurangan waktu, kekurangan juga meluas ke hati. Dengan otomatis kita berkata, "Aku sedang sibuk - aku tidak punya waktu." Ketika merasa seperti ini, pikiran kita menjadi semakin kacau.

Tetapi apakah kita benar-benar sibuk? Bukankah kita sendiri yang mendesak diri untuk bergegas?

Dalam bahasa Jepang, kata "sibuk" ditulis dengan simbol-simbol untuk "kehilangan" dan "hati".

Kita bukan sibuk karena tidak cukup waktu. Kita sibuk karena tidak ada ruang di hati kita.

Terutama ketika segalanya sedang kacau-balau, cobalah bangun lima belas menit lebih dini dari biasanya. Tegakkan tulang punggung, dan bernapaslah panjang dari sebuah titik di bawah pusar - titik yang kita sebut tanden. Begitu pernapasan teratur, pikiran kita juga akan memasuki ketenangan.

Lalu, ketika kita menikmati secangkir teh atau kopi, lihatlah ke langit di luar jendela. Coba dengarkan cuitan burung-burung kecil.

Sungguh aneh - hanya dengan begitu, kita bisa menciptakan ruang di pikiran kita.

Bangun lima belas menit lebih dini akan dengan ajaib membebaskan kita dari kesibukan.


(Dikutip dari "Seni Hidup Bersahaja" karya Shunmyo Masuno)


28 July 2023

Meluangkan Waktu untuk Kekosongan

BAGIAN SATU

30 CARA UNTUK

MEMBUGARKAN

"DIRI-SAAT-INI"

Mencoba melakukan sedikit perubahan pada kebiasaan kita.


Pertama-tama, amati diri sendiri

Berada bersama diri sendiri sebagaimana adanya diri kita, tanpa terburu-buru dan dengan sabar.


Dalam kehidupan sehari-hari, apakah kita punya waktu untuk tidak memikirkan apa-apa? Saya membayangkan sebagian besar orang akan berkata, “Aku tidak punya waktu untuk melakukan itu.”

Kita terdesak oleh waktu, pekerjaan, dan segala sesuatu yang lain dalam hidup kita. Kehidupan modern jauh lebih sibuk dibandingkan dulu. Sepanjang hari, setiap hari, kita berusaha sebaik mungkin untuk hanya menyelesaikan apa yang perlu diselesaikan.

Jika kita menceburkan diri ke dalam rutinitas seperti ini, tanpa sadar namun pasti, kita akan kehilangan pandangan terhadap diri sendiri dan kebahagiaan sejati kita.

Di setiap hari, yang kita butuhkan hanya untuk sepuluh menit. Cobalah meluangkan waktu untuk kekosongan, untuk tidak memikirkan apa pun.

Cobalah untuk membersihkan pikiran, dan tidak terperangkap dalam hal-hal di sekitar kita.

Berbagai pikiran akan mengapung di benak kita, tetapi cobalah mengirimnya pergi, satu per satu. Ketika melakukannya, kita akan mulai memperhatikan saat ini, pergeseran-pergeseran kecil di alam yang memelihara kita untuk tetap hidup. Ketika tidak teralihkan oleh hal-hal lain, diri kita yang murni dan jujur akan bisa terungkap.

Luangkan waktu untuk tidak memikirkan apa-apa. Itulah Langkah pertama menuju penciptaan hidup yang sederhana.

 

(Dikutip dari “Seni Hidup Bersahaja” karya Shunmyo Masuno)


17 June 2023

Bali, 2012

Tahun ini 2012, kakak perempuan ku memesan tiket ke Bali dari setahun lalu. Dan hari ini adalah waktunya mengabulkan harapan kami. Kami akan pergi sekeluarga ke Bali. Saat itu aku masih ingat, aku memakai Samsung Galaxy Young dan kakak ku membawa kamera poket merek Casio. 


Kakak ku sudah mengurus semuanya. Sesampainya di Bali, kami dijemput seorang Bli yang ramah. Untuk pertama, kami dibawa ke Pantai Kuta. Aku pikir aku pernah pergi ke pantai yang lebih baik dari Pantai Kuta. Yah, kampung halaman ayah dan ibuku punya pantai yang lebih baik yaitu Pantai Trikora.


Aku cukup aneh dengan kaos oblong "Hard Rock" dan celana pendek berwarna krim dan memakai sepatu dan kaos kaki pergi ke pantai. Aku benar-benar tidak percaya diri dan merasa sangat canggung. Ketika datang ke Pantai Kuta, aku merasa tidak nyaman karena apa yang ku kenakan dan juga karena ramainya pantai itu.


Segala hal di Bali kulalui dengan menyenangkan, tapi tidak lebih menyenangkan dengan apa yang masih kuingat. Aku masih ingat, di hari pertama kami lapar dan Bli merekomendasikan sebuah tempat makan vegetarian. Kami tidak bisa mencari tempat makan vegetarian seperti saat ini karena saat itu GPS masih belum secanggih saat ini.


Coba kamu terka, restoran apa itu? Aku tidak tahu namanya apa? Sebuah restoran yang menurutku cukup mewah. Dengan banyaknya patung Buddha Maitreya terpampang di lemarinya. Lemarinya terdiri dari kotak-kotak, dan tiap kotak berisikan patung Buddha Maitreya. 


Kami duduk di lantai atas. Dari atas kami bisa melihat pemandangan taman (outdoor) yang juga tempat makan restoran tersebut. Sayangnya kami tidak bisa terlalu menikmati pemandangannya karena sudah malam.


Di menu terpampang, rata-rata makanannya terbuat dari tahu dan tempe. Dan kami pun terpaksa memesannya karena sudah tidak ada pilihan lain. Saat itu, aku tidak terlalu bahagia, aku makan dengan tenang tapi biaya yang harus dikeluarkan juga tidak sedikit. 


Saat kami pergi ke sebuah pantai yang aku tidak berkesan bagiku. Di tengah ketersesatan kami yang buta arah, kami menemukan sebuah rumah makan khas India. Saat masuk, aku melihat banyak sekali orang India yang bekerja di sana.


Entah bagaimana? Tiba-tiba waitress membawakan kami semua Nasi Goreng di dalam sebuah periuk bersama yogurt. Periuk itu terlihat kecil, dan kami mendapatkannya satu orang satu. Nasi Goreng itu berwarna kuning dan dengan Yogurt yang juga aku pikir itu cukup aneh?


Aku mulai mengarang cara makannya. Aku memindahkan nasi goreng ku ke piring yang juga telah disiapkan. Untuk pertama, aku mencobanya tanpa memakai Yogurt. Wah! Ternyata nasi goreng kari India! Rasanya sangat enak, tapi tidak asin.


Aku tidak bisa melupakan untuk pertama kalinya aku makan makanan India. Untuk kedua kali, aku memakaikan Yogurt di nasi goreng ku. Aku memakannya dan terkejutnya, aku benar-benar bisa memakannya dengan baik. Apakah di kelahiran lalu aku orang India? Pikirku, dan aku merasa ini keren. Aku seperti terbiasa dengan makanan yang kubilang aneh ini. Untuk Yogurtnya sendiri, aku juga sangat terkesan. Yogurtnya tawar dan kental, rasanya sangat gurih menurutku.


Selama di Bali aku banyak menemukan hal yang mengesankan. Aku merasa Bali adalah rumah ku yang nomor dua. Aku menemukan banyak sekali budaya Bali yang cocok dengan ku, seperti sesajen di depan pintu. Sesembahan Dewa-Dewi, sampai sepanjang jalan kutemukan banyak sekali orang menjual karya patung dewa-dewa dan Buddha. Aku benar-benar terbiasa dengan semua itu. Kemudian aku berpikir lagi, "apakah di kelahiran yang lalu aku juga pernah lahir di Bali?" Hahaha... Jangan terlalu dipikirkan, itu hanyalah pikiranku, seorang anak SMK yang ingin terdengar keren.


~Sekian~

14 June 2023

Review M3GAN


Entah bulan Januari atau Februari lalu, aku pergi ke XXI "Hollywood" nonton film M3GAN. Aku suka banget gaya klasik robot M3GAN yang terpampang di poster film itu. Dari posternya pun aku bisa berasumsi, mungkin ini another film Chucky yang bedanya M3GAN nya lebih cantik aja. Aku masih ingat, saat itu aku langsung memesan tiketnya online dengan aplikasi, tanpa melihat trailernya terlebih dahulu.

AKU SUKA BANGET FILM INI! Film ini bercerita tentang seorang anak bernama Cady yang kehilangan kedua orang tuanya. Kemudian Cady diasuh oleh Gema, yaitu bibinya yang bekerja di pabrik mainan seperti robot. Cady melalui hari dengan murung, sedangkan bibinya punya masalah dia harus berinovasi menciptakan sebuah mainan baru untuk anak-anak. 

Gema yang melihat Cady selalu murung akhirnya menciptakan sebuah robot wanita bernama M3GAN. Robot ini berfungsi untuk menghibur, melindungi Cady secara fisik mau pun mental. Hal ini juga merupakan uji coba Gema dan boss pabrik mainan tersebut sebagai inovasi baru menciptakan mainan baru untuk anak-anak.

Awalnya fungsi M3GAN baik-baik saja, hingga suatu hari M3GAN diserang anjing tetangga sebelah hingga terbanting. Sejak saat itu kejanggalan pun terjadi di sekitar Gema dan Cady. Banyak sekali peristiwa pembunuhan di sekitar mereka. Setelah diusut ternyata M3GAN yang menjadi dalang di balik semua itu. Di sisi lain Cady juga semakin akrab dengan M3GAN hingga menganggap M3GAN segalanya. Di akhir cerita M3GAN mengendalikan dirinya sendiri juga mengendalikan semua elektronik di rumah Gema. Gema dan Cady akhirnya sama-sama menghancurkan M3GAN dengan berbagai cara.

Aku suka sekali film ini, karena secara moral film ini berkisah, di balik wajah yang cantik kita harus berhati-hati dengan sikap mereka. Karena di saat ini, banyak sekali orang berwajah cantik, tampan, atau pun polos tapi hatinya penuh dengan kepura-puraan. Sedangkan secara mental health, film ini membuatku mengambil kesimpulan. Semakin canggih sebuah teknologi membuat setiap indvidu semakin egois dan semakin asyik dengan dunianya sendiri. 

Teknologi dewasa ini pun semakin membutakan pemiliknya dan menganggap gawai adalah segala-galanya. Untuk anak-anak, gawai bisa merusak mental health mereka dan membuat mereka menjadi tantrum. Belum lagi paparan pornografi lewat iklan-iklan yang tidak bisa kita awasi. Hal itu tentunya membahayakan kestabilan jiwa anak-anak yang masih labil.

28 May 2023

I Scream for Ice Cream!


Hari ini Kakak ku mengajak ku pergi ke sebuah mall. Tahun ini 2003, kami naik angkot R11 dan masuk ke sebuah perumahan. Mall nya terletak di perumahan Modern Land.


Dulu sekali, dengan pergi ke supermarket dekat rumah seperti Super Indo atau mall yang lumayan jauh seperti Metropolis Town Square, itu sudah sangat menyenangkan bagiku.


Kakakku yang saat itu masih SMP, membawaku jalan-jalan ke mall. Kami melihat toko buku yang saat itu masih baru (tapi bukan Gramedia yah!) Kakak ku suka sekali membeli komik jepang. Tapi saat itu, katanya, komik-komik yang dijual di toko tersebut kurang bagus. Kalah dengan Gramedia.


Setelah asyik berkeliling mall, kakakku mengajakku ke lantai 3 yaitu Food Court. Di Food Court mall itu, dahulu ada sebuah tempat makan Vegan, namanya Tehe. 


Masih jelas di pikiran ku, saat kami sekeluarga vegetarian memberanikan diri mencari makan di mall Tangerang, kami bersyukur bahwa ada Tehe membuka cabang di sana. Kami sangat senang. Akan tetapi saat itu masih belum sering-sering ke sana, karena keadaan yang belum memungkinkan.


Kembali lagi ke cerita awal, tujuan aku dan kakak ku bukan ke Tehe. Melainkan pergi ke A&W untuk membeli es krim Monas yang saat itu sangat viral di kalangan remaja, sepantaran kakakku. Dan itu pertama kali juga aku merasakan es krim yang benar-benar lembut bersama cone nya yang bukan seperti Cornello.


Sepanjang jalan, aku terus-terusan bertanya, "kita boleh makan es krim A&W?", tanyaku khawatir. Aku khawatir karena sebagai seorang vegetarian, aku merasa  masih jarang ada yang berjualan  makanan yang boleh dimakan oleh kami. Sebagai anak kecil, tentunya aku sangat panik.


Aku sangat suka es krim monas. Murah dan tinggi seperti Monas menurutku. Lalu kami membawanya dan memakannya di lantai 4 dengan pemandangan danau. Nikmatnya~


-//-

Aku & Eclairs


"Ciit, ciit, ciit...", siul burung di pagi hari. Aku terbangun, jam dinding menunjukkan pukul 7 pagi. 


Saat aku terbangun, ibuku mengajakku ke pasar. Segera aku menyikat gigi dan menyuci wajahku. Aku sangat bersemangat, karena aku ingin membeli "Kue Sus" kesukaan ku.


Ibuku mengajakku ke "Pasar Kaget", pasar yang lumayan jauh dari rumah ku. Kami harus berjalan kaki dan melewati sebuah perkampungan untuk sampai di pasar tersebut.


Setibanya di sana, ada satu ibu-ibu Tionghoa menjual kue-kue basah khas Barat seperti Kue Tart, Brownies Panggang, Kue Sus, dan Eclair.  Semua kue itu berbentuk kecil-kecil dan imut. Ibuku dan aku sangat suka membelinya, karena rasanya enak dan juga hiasan kuenya sangat menarik.


Hingga dewasa ini, ada yang kusesali. Dulu aku tidak tahu kue itu disebut Eclair. Aku hanya tahu, itu seperti Kue Sus panjang tapi isinya Krim Cokelat. Seandainya saat itu aku tahu kue itu adalah Eclair. Pasti aku akan menikmatinya dengan penuh hikmat. Mengapa? Karena ternyata Eclair, nama salah satu versi sistem operasi Android.


Di tahun 2014, saat aku masih kuliah di sebuah universitas. Mini Market nya menjual Eclair dan aku sering membelinya. Kulit luar Eclairnya dingin dan keras, tetapi krim cokelatnya banyak jadi rasanya tetap enak. Mas-mas Lawson meletakkan Eclair di kulkas. Sehingga Krim Cokelatnya ada sensasi dingin menyejukkan mulut. Aku sangat menikmatinya dan aku sering mengingatnya karena itu salah satu nama versi sistem Android.


Eclair sangat jarang ditemukan. Kalau pun ada pasti harganya lumayan mahal. Saat aku masih kecil dan saat aku berada di kampus, Eclair yang dijual, harganya masih terjangkau. Tapi tentunya, ada rasa, juga ada kualitas. Aku merasa Eclair masa kecil ku masih jauh lebih enak dibanding Eclair 2014 ku. Karena kulit luarnya di buat sangat empuk dan meleleh sekali krim cokelatnya.


Hingga saat ini aku masih bersyukur karena pernah makan Eclair yang enak, yang dijual di kaki lima di masa kecil ku dulu. Seandainya penjualnya lebih rajin, dia pasti bisa membuka toko kue yang lebih baik dibanding menjajakkan kue mewah di pasar, di kaki lima. Akan tetapi, kita tidak pernah tahu jalan hidup seseorang, bukan? Bisa saja dia telah membuka toko kue yang menyewa kios. Karena saat saya kelas 3 SD, ibu-ibu itu sudah tidak berjualan kue lagi di pasar.


-//-

05 May 2023

Maha Kasih Ibunda Suci

MAHA KASIH IBUNDA SUCI

karya: laksmana

Ketika ananda rasa tak berdaya
Tiada harapan 'tuk menatap hari esok
Dalam keputus-asaan dan penyesalan ananda
Secercah cahaya Ibunda Suci membimbing ananda
Ibunda tak 'kan meninggalkan ananda sedetik pun

Ibunda bagaikan detak jantung ananda
Setiap hembusan nafas selalu beserta ananda
Pelita hati Ibunda tak pernah padam
Hangatnya pelukan kasih Ibunda Suci

Salah satu keberuntungan berada di keluarga Maitreya 
Adalah mengerti jalan pulang menuju Mu

Kasih Ibunda oh kasih Ibunda
Seluruh hidup ananda selalu memuji kebesaran Mu
Kasih Ibunda oh kasih Ibunda
Mengenal Mu membuat ananda berbahagia selalu

Cahaya Kasih Bunda

CAHAYA KASIH BUNDA

karya: laksmana

Cahaya fajar bersinar di langit menyinari seluruh kehidupan
Di ufuk Timur, langit bersemu merah
Betapa hangat hatiku melihat kemuliaan Sang Bunda Suci
Hatiku terbuka menerima karunia-Nya
Cinta kasihNya tiada batas
Dalam sujud nurani ku, aku bersimpuh
Memohon kepadaNya agar senantiasa membimbingku

Di kala malam, cahaya bulan menerangi
Bintang-bintang bertaburan di angkasa
Bagaikan kasih Bunda di sekitar kita
Dalam hening penuh renungan
Marilah meresapi kasihNya pada kita

Cahaya Bunda selalu dalam hatiku
Cahaya Bunda selalu dalam hatiku
Membimbing setiap langkah ku
Hingga tidak takut kesendirian
Kurasakan karuniaNya
KaruniaNya yang Maha Agung