29 November 2022

My Senior Years!

Jika kita menginjak tahun yang sama
Maka setiap hari adalah musim semi
Aku ingin menjadi partner mu
Dan aku semakin dekat dengan mu
Karena orang tua kita menyetujuinya
Selalu menyuruh kita bermain dan belajar bersama

Syair-syair yang kubaca di rumah mu
Sebenarnya untuk dirimu dan aku tidak pernah merasa
Tidak ada satu pun orang di sini
Melalui sore hari, saat ibu ku dan ayah mu melaksanakan tugas

Seorang anak laki-laki berdiri di tangga 
Dan aku suka bersandar pada mu saat duduk di serambi
Apakah kamu tahu minggu sore adalah waktu yang terbaik
Aku menulis di papan kelas saat tidak ada seorang pun
Kamu hanya tersenyum dan menjadi rahasia kita

Kita akan tumbuh bersama dan menjadi remaja
Saat kamu bilang aku semakin bersinar di mata mu
Kamu tetap tenang karena aku akan tetap mencari mu lagi

Beberapa orang mulai bergosip tentang kita
Kamu hanya menyetujui gosip itu benar
Dan wajahku panas seperti demam
Akhirnya kamu pun terlihat salah tingkah

Saat kamu bersama ku, kamu memang seenaknya
Tapi kamu selalu melindungi ku dari segala masalah
Dan aku menjadi orang yang paling beruntung setiap hari

Hari-hari yang aku lalui bersama mu tidak akan menyesal
Karena sejak awal, kamu ada di sekitar ku
Hari-hari yang kita lalui, tahun-tahun kita bersama
Sungguh hidup yang membahagiakan
Hari-hari yang kita lalui, tahun-tahun kita bersama
Sungguh hidup yang membahagiakan

26 November 2022

王家 (Rumah yang Bahagia)

Saat tengah malam kau berada di ruang tamu
Apa itu kebahagiaan? Apa itu kebahagiaan?
Saat aku keluar kamar dan duduk di samping mu
Apa itu kebahagiaan? Sesuatu yang membahagiakan

Saat kamu berbicara itu adalah lagu kebahagiaanku
Apa itu kebahagiaan? Apa itu kebahagiaan?
Saat kamu bercerita tentang kisah nostalgia
Apa itu kebahagiaan? Sesuatu yang membanggakan

Aroma kopi di pagi hari adalah aroma kebahagiaan
Apa itu kebahagiaan? Apa itu kebahagiaan?
Saat kamu membaca koran favorit mu?
Apa itu kebahagiaan? Kabar yang menggembirakan

Saat suara terompet berbunyi, menyambut seorang raja baru
Apa itu kebahagiaan? Apa itu kebahagiaan?
Saat kamu mengajak ku pergi ke acara resmi
Apa itu kebahagiaan? Martabat yang tidak dimiliki siapa pun

Kesulitan mu, aku mengerti, kesulitan ku, kamu lebih paham
Apa itu kebahagiaan? Apa itu kebahagiaan?
Saat aku mengajak mu ke acara sahabat ku
Apa itu kebahagiaan? Kebanggaanku adalah kebahagiaan

Hari di mana kamu membawa ku ke rumah yang mungil
Apa itu kebahagiaan? Apa itu kebahagiaan?
Kamu berkata akan membahagiakan keluarga kita
Apa itu kebahagiaan? Ikrar mu adalah kebahagiaan ku

Saat kamu berpura-pura pergi dan meninggalkan ku
Apa itu kebahagiaan? Apa itu kebahagiaan?
Kamu masih mengawasiku dari jauh dan berpura-pura
Apa itu kebahagiaan? Aku tidak bisa pergi jauh dari mu

Mempersilahkan kamu datang ke rumah yang bahagia
Apa itu kebahagiaan? Kita tidak bisa berhenti tersenyum

15 November 2022

Bittersweet Karawaci

Aku dan kamu duduk di kafe
Kita berdua punya selera yang sama
Saat aku dan kamu berada di Books & Beyond
Aku ingin membaca buku yang selalu disegel plastik

Kamu tanya "tidak ada segel lain?"
Dan mengajak ku minum Americano
"Haruskah penerbit menyampul buku dengan kertas daur ulang?"

Dan kamu bilang ini tidak penting
Padahal aku selalu keluar dari universitas bersama mu
Dan pemikiran kita terlalu kritis
Aku dan orang lain bingung
Dan kamu akan bilang "Aku tidak pernah peduli"

Hujan dedaunan ini seperti musim salju
Dia bilang aku seperti berada di Harvard
Aku ingin melihat keajaiban di penghujung Desember

Saat sebelum kamu naik sepeda dan berikan mu jaket
"Kamu selalu lupa jaket mu"
Aku hanya memakai topi rajutku
Dan aku akan bilang "ini bukan Washington"
Aku selalu berasal dari rumah di tengah kota tanpa pagar

Itu ada di film Tom & Jerry
Aku akan berjalan sepanjang rel kereta bersama mu
Tanpa naik keretanya dan selalu mengingat mu

10 November 2022

Dunia yang Ajaib

Ini adalah dunia yang penuh impian dan imajinasi
Ruang kosong dengan atmosfir warna-warni
Seperti pasir warna pelangi pucat
Menyentuhnya sedikit dan buyar
Tertiup angin dan tersebar
Perasaan ini tidak habisnya
Akan terus bertambah lagi

Seperti makaron warna-warni
Meleleh di bibirku
Rasanya seperti sampai di hatiku
Dan seperti inilah perasaanku
Ringan bagaikan balon merah muda
Di antara awan gulali yang manis

Aku terobsesi segala sesuatu yang manis
Hingga takut sekali menjadi diabetes
Karena melihat senyum mu
Membuatku mudah terlelap setiap malam

Dunia penuh hati warna-warni
Seperti anak kecil dengan permen
Kita membuatnya semakin berantakan
Tapi tetap terasa manis di hatiku

Drizzling De Weather

Apakah anda menyambut musim hujan dengan baik?
Setengah tahun lebih dilalui musim kering
Tetangga juga sudah menghabiskan banyak air menyiram bunga
Tapi kami juga masih baik-baik saja 
Meski pun pasokkan air menipis
Saya menantikan hari hujan seperti 
Anak kecil menantikan mainan mobilnya
Orang-orang berpikir saya apatis
Tapi saya berpikir biasa saja
Kemarau tahun ini sangat panjang
Sebagian orang berlomba-lomba menggoreng telur
Tapi saya masih salah satu yang beruntung
Berada di ruangan yang berpendingin ruangan
Sehingga terkadang seperti merasa musim dingin
Tapi sebenarnya aku lebih suka musim hujan
Tapi jika aku terus berada di rumah
Anak-anak sekolah biasanya pulang dengan bau matahari
Dan mereka terlihat nakal di sore hari
Beberapa dari mereka menertawakan saya
Tapi mereka belum tahu sulitnya menjadi dewasa
Saya pusing waktu pakaian saya terbatas
Jika hujan tiga harian, akan sangat bingung
Bagaimana menjemur pakaian?
Saya berganti baju kadang seperti fashion show
Begitu boros dan tidak berarti
Tapi herannya saya suka melakukannya
Apakah itu kebiasaan atau kegemaran
Saya juga kurang tahu

Mantra Tentang Kesetiaan dan Cinta Kasih

Mantra ini diberikan oleh Bodhisattva yang penuh cinta kasih yaitu Bodhisattva Maitreya. Buddha Maitreya memandang, dewasa ini, dunia kekurangan cinta kasih. Setiap orang merasa nyaman dengan diri sendiri saja, padahal di luar dirinya sendiri masih ada orang yang perlu diperhatikan. 

Di sisi lain pasangan suami istri sering kedapatan melirik orang lain, kurangnya rasa kesetiaan di antara kehidupan sosial membuat Buddha Maitreya menurunkan Mantra sederhana ini untuk mengingatkan kita semua.

Marilah kita sering-sering mendaraskan mantra ini.


Di tengah ketersesatan enam indra
Mencari jalan keluar dari semua masalah
Di mana jalan lurus itu?
Sejauh mata memandang
Bisakah anda melihat gunung itu?
Jalan itu berputar dan berbelok
Seperti hatiku yang tak berarah
Apakah aku mengikuti seutas tali
Membawa ku pada tujuan?
Hatiku hanya melihat samar
Tapi hangat matahari terasa nyata
Dalam perjalanan ku
Tidak akan selalu lurus, banyak rintangan
Tapi dalam perjalanan aku ditempa
Menjadi kuat dan layak untuk mendapatkan
Bisakah aku bertahan pada setiap kerikil tajam?
Bisakah aku menyingkirkan batu besar dalam diriku?
Meski pun hatiku sudah hancur dan terluka
Bisakah ku setia dan bertahan?
Jika kau mengerti cinta pada akhirnya apa?
Apakah kita akan melarikan diri?
Tapi kasih sayang sejati tak pernah berlari
Seperti itulah yang diberikan kepadaku
Meski banyak rayuan dari orang-orang
Tapi itu tidak menggoda imanku
Dari hal-hal yang benar-benar menyayangiku
Aku dengan segala rapuh berkata,
"Aku akan bertahan"

Mantra: Perjalanan Menuju Utara

Mantra yang ini diberikan oleh Bodhisattva Maitreya dan Bodhisattva Manjushri. Fungsi mendaraskan mantra ini: merefleksikan kembali perjalanan hidup kita. Merefleksikan kembali perubahan hidup kita dalam menjalankan Tao. Dari berwatak keras hingga dapat beradaptasi dan menjadi manusia yang senantiasa belajar melunakkan diri agar mengerti orang lain dan merubah suasana hati yang dingin menjadi hangat.


Empat penjuru terbentang luas
Benua, samudra terbentang jauh
Arus ufuk Timur bertiup ke Barat
Dari Selatan ke Utara, berkabut menyelimuti
Hati manusia dingin bagaikan kristal es
Tapi Selatan adalah musim kehangatan
Lembut melunakkan keras
Feminin dan maskulin bersatu
Semesta selaras melahirkan harmoni
Di dunia ini ada Timur dan Barat
Di dunia ini ada Selatan dan Utara
Delapan arah mata angin memiliki keunikkan
Aroma yang berbeda di setiap penjuru
Arus Selatan menuju Utara
Arus Utara menuju Selatan
Di tengah adalah manusia
Hati manusia adalah cuaca
Pikiran manusia adalah pohon
Akal sehat adalah tanah yang gembur
Angin Selatan bertiup
Membawa bibit kasih ke Utara
Di perantauan yang jauh
Membawa aroma Selatan ini
Kepada musim dingin yang panjang
Keadaan tak dapat diubah
Tapi suasana dapat berubah
Sekali pun berwajah keras
Hati Nurani tak dapat dibohongi
Bukalah Cermin dan lihat ke kedalaman

Saat Ku Merasa Tidak Berguna, Ada Diri Mu di Sana

Arus warna warni melandai tepian
Saya berdiri di tepi pantai pasir pelangi
Apakah anda merasa sedikit aneh
Jika kita pergi ke pantai musim hujan
Dan jika pohon Natal adalah pohon palem
Apakah kita terbiasa di daerah tropis?
Segala budaya dan adat baru

Saya cemas menunggu di tepian
Dunia ini lebar tapi saya memandangnya sempit
Penyempitan dada membuat ku sesak
Tapi anda membujuk saya melepaskan
Benci dan dengki tidak bagus untuk mental
Mata yang berkerut ketika bibir menipis
Saya sangat yakin bahwa anda membawa energi positif
Suatu perasaan yang segar belum pernah terasa

Saat saya sedih, hujan pun turun
Tapi anda membukakan payung untuk saya
Bila matahari dan rintik hujan bertemu
Semua warna di dalam hatiku bersatu
Kesedihan dan kegembiraan  bercampur
Anda telah melukis pelangi di nadi ku

Aku duduk di tepi pantai tertunduk
Anda datang memberi saya permen
Karena anda, saya merasa pink dan biru
Kemudian anda bernyanyi
Suara gitar pun terdengar perak
Karena musik-musik permainan 90an
Seperti membawa kita melihat masa depan
Masa-masa segalanya lebih baik

Frekuensi suara anda sangat halus
Emosi ku terpecah dan butuh waktu
Anda mengumpulkan pecahan hati ku
Meski tak sempurna lagi
Anda menerima ku apa adanya