10 November 2022

Dunia yang Ajaib

Ini adalah dunia yang penuh impian dan imajinasi
Ruang kosong dengan atmosfir warna-warni
Seperti pasir warna pelangi pucat
Menyentuhnya sedikit dan buyar
Tertiup angin dan tersebar
Perasaan ini tidak habisnya
Akan terus bertambah lagi

Seperti makaron warna-warni
Meleleh di bibirku
Rasanya seperti sampai di hatiku
Dan seperti inilah perasaanku
Ringan bagaikan balon merah muda
Di antara awan gulali yang manis

Aku terobsesi segala sesuatu yang manis
Hingga takut sekali menjadi diabetes
Karena melihat senyum mu
Membuatku mudah terlelap setiap malam

Dunia penuh hati warna-warni
Seperti anak kecil dengan permen
Kita membuatnya semakin berantakan
Tapi tetap terasa manis di hatiku

Drizzling De Weather

Apakah anda menyambut musim hujan dengan baik?
Setengah tahun lebih dilalui musim kering
Tetangga juga sudah menghabiskan banyak air menyiram bunga
Tapi kami juga masih baik-baik saja 
Meski pun pasokkan air menipis
Saya menantikan hari hujan seperti 
Anak kecil menantikan mainan mobilnya
Orang-orang berpikir saya apatis
Tapi saya berpikir biasa saja
Kemarau tahun ini sangat panjang
Sebagian orang berlomba-lomba menggoreng telur
Tapi saya masih salah satu yang beruntung
Berada di ruangan yang berpendingin ruangan
Sehingga terkadang seperti merasa musim dingin
Tapi sebenarnya aku lebih suka musim hujan
Tapi jika aku terus berada di rumah
Anak-anak sekolah biasanya pulang dengan bau matahari
Dan mereka terlihat nakal di sore hari
Beberapa dari mereka menertawakan saya
Tapi mereka belum tahu sulitnya menjadi dewasa
Saya pusing waktu pakaian saya terbatas
Jika hujan tiga harian, akan sangat bingung
Bagaimana menjemur pakaian?
Saya berganti baju kadang seperti fashion show
Begitu boros dan tidak berarti
Tapi herannya saya suka melakukannya
Apakah itu kebiasaan atau kegemaran
Saya juga kurang tahu

Mantra Tentang Kesetiaan dan Cinta Kasih

Mantra ini diberikan oleh Bodhisattva yang penuh cinta kasih yaitu Bodhisattva Maitreya. Buddha Maitreya memandang, dewasa ini, dunia kekurangan cinta kasih. Setiap orang merasa nyaman dengan diri sendiri saja, padahal di luar dirinya sendiri masih ada orang yang perlu diperhatikan. 

Di sisi lain pasangan suami istri sering kedapatan melirik orang lain, kurangnya rasa kesetiaan di antara kehidupan sosial membuat Buddha Maitreya menurunkan Mantra sederhana ini untuk mengingatkan kita semua.

Marilah kita sering-sering mendaraskan mantra ini.


Di tengah ketersesatan enam indra
Mencari jalan keluar dari semua masalah
Di mana jalan lurus itu?
Sejauh mata memandang
Bisakah anda melihat gunung itu?
Jalan itu berputar dan berbelok
Seperti hatiku yang tak berarah
Apakah aku mengikuti seutas tali
Membawa ku pada tujuan?
Hatiku hanya melihat samar
Tapi hangat matahari terasa nyata
Dalam perjalanan ku
Tidak akan selalu lurus, banyak rintangan
Tapi dalam perjalanan aku ditempa
Menjadi kuat dan layak untuk mendapatkan
Bisakah aku bertahan pada setiap kerikil tajam?
Bisakah aku menyingkirkan batu besar dalam diriku?
Meski pun hatiku sudah hancur dan terluka
Bisakah ku setia dan bertahan?
Jika kau mengerti cinta pada akhirnya apa?
Apakah kita akan melarikan diri?
Tapi kasih sayang sejati tak pernah berlari
Seperti itulah yang diberikan kepadaku
Meski banyak rayuan dari orang-orang
Tapi itu tidak menggoda imanku
Dari hal-hal yang benar-benar menyayangiku
Aku dengan segala rapuh berkata,
"Aku akan bertahan"

Mantra: Perjalanan Menuju Utara

Mantra yang ini diberikan oleh Bodhisattva Maitreya dan Bodhisattva Manjushri. Fungsi mendaraskan mantra ini: merefleksikan kembali perjalanan hidup kita. Merefleksikan kembali perubahan hidup kita dalam menjalankan Tao. Dari berwatak keras hingga dapat beradaptasi dan menjadi manusia yang senantiasa belajar melunakkan diri agar mengerti orang lain dan merubah suasana hati yang dingin menjadi hangat.


Empat penjuru terbentang luas
Benua, samudra terbentang jauh
Arus ufuk Timur bertiup ke Barat
Dari Selatan ke Utara, berkabut menyelimuti
Hati manusia dingin bagaikan kristal es
Tapi Selatan adalah musim kehangatan
Lembut melunakkan keras
Feminin dan maskulin bersatu
Semesta selaras melahirkan harmoni
Di dunia ini ada Timur dan Barat
Di dunia ini ada Selatan dan Utara
Delapan arah mata angin memiliki keunikkan
Aroma yang berbeda di setiap penjuru
Arus Selatan menuju Utara
Arus Utara menuju Selatan
Di tengah adalah manusia
Hati manusia adalah cuaca
Pikiran manusia adalah pohon
Akal sehat adalah tanah yang gembur
Angin Selatan bertiup
Membawa bibit kasih ke Utara
Di perantauan yang jauh
Membawa aroma Selatan ini
Kepada musim dingin yang panjang
Keadaan tak dapat diubah
Tapi suasana dapat berubah
Sekali pun berwajah keras
Hati Nurani tak dapat dibohongi
Bukalah Cermin dan lihat ke kedalaman

Saat Ku Merasa Tidak Berguna, Ada Diri Mu di Sana

Arus warna warni melandai tepian
Saya berdiri di tepi pantai pasir pelangi
Apakah anda merasa sedikit aneh
Jika kita pergi ke pantai musim hujan
Dan jika pohon Natal adalah pohon palem
Apakah kita terbiasa di daerah tropis?
Segala budaya dan adat baru

Saya cemas menunggu di tepian
Dunia ini lebar tapi saya memandangnya sempit
Penyempitan dada membuat ku sesak
Tapi anda membujuk saya melepaskan
Benci dan dengki tidak bagus untuk mental
Mata yang berkerut ketika bibir menipis
Saya sangat yakin bahwa anda membawa energi positif
Suatu perasaan yang segar belum pernah terasa

Saat saya sedih, hujan pun turun
Tapi anda membukakan payung untuk saya
Bila matahari dan rintik hujan bertemu
Semua warna di dalam hatiku bersatu
Kesedihan dan kegembiraan  bercampur
Anda telah melukis pelangi di nadi ku

Aku duduk di tepi pantai tertunduk
Anda datang memberi saya permen
Karena anda, saya merasa pink dan biru
Kemudian anda bernyanyi
Suara gitar pun terdengar perak
Karena musik-musik permainan 90an
Seperti membawa kita melihat masa depan
Masa-masa segalanya lebih baik

Frekuensi suara anda sangat halus
Emosi ku terpecah dan butuh waktu
Anda mengumpulkan pecahan hati ku
Meski tak sempurna lagi
Anda menerima ku apa adanya