17 January 2023

Jakarta Jam 5 Sore

Jakarta jam 5 sore, hatiku sepi
Aku tertidur di dalam rebahan ku
Di kasur yang tipis
Ditemani langit jingga
Anginnya sepoi-sepoi
Harum asap kendaraan

Teman-temanku berlomba di jalan tol
Mengejar langit jingga
Dan matahari yang tenggelam

Abang-abang nongkrong di kaki lima
Nikmati segelas kopi
Yang murah-murah bukan untuk dikenang

Jakarta jam 5 sore, hatiku sepi
Jalanan hampir meledak
Padat merayap tak putus-putus
Di jam-jam ini, kita semua lelah

Saat ku rehat dari kesibukkan 8 jam
Kerja sudah menjadi rutinitas
Kalau beristirahat begini
Malah jadi resah

Musik jazz di tempat tidur
Jadi rasa malas yang tak terelakkan
Tubuh memang rebahan
Tapi pikiran ku tak bisa berhenti

Jakarta jam 5 sore, hatiku sepi
Apakah ini akan selamanya?
Apakah ini akan menjadi siklus kehidupan?
Tanyalah pada jam yang berdetak

07 January 2023

Sosialisme dan Kerja Keras

Kesedihan di saat kamu melepaskan tanganku
Kamu selalu bilang kita akan selamanya
Tapi aku sudah paham
Hubungan kita hanya hanyut bersama angin

Dan rasa itu menjadi senyap
Apakah kamu masih bernyanyi?
Seperti dahulu kita bersama
Apakah kamu masih mengkhawatirkan Pochi?
Seperti yang kamu lakukan dahulu?

Aku ingin tahu bagaimana perasaan mu?
Jika kamu tahu aku ingin selalu mengerti mu
Tapi semua berubah, saat kamu temukan
Yang jauh lebih baik dariku

Posisi ku akan selalu berubah di hati mu
Entah kamu masih mengingatnya atau tidak?
Mungkin aku sudah menjadi urutan ke sekian
Juga tidak pernah ingin kutahu lagi

Aku tidak ingin peduli
Juga tidak ingin paham
Tapi mengapa seolah Tuhan berkata;
Aku masih harus berada di sini
Aku yakin ada kekuatan yang lebih besar
Suatu saat nanti kita akan berjumpa lagi

Apakah kamu masih paham:
Kebangkitan setelah bersusah payah
Ada masa yang gelap demi hari yang cerah
Pegang tanganku dengan erat
Kita lalui bersama...
Harus selalu yakin dan percaya

06 January 2023

Memulai Kisah yang Baru

Menarik nafas dalam

Lalu menghembuskannya

Kemudian kembali kuat


Karena impian sulit tercapai

Dan nasib bisa tiba-tiba buruk

Kemudian kembali kuat


Karena kamu menatap ku

Rasanya kamu sudah mendapatkan ku

Aku hanya ingin kamu tahu


Aku menerima pengakuan

Dan cinta selalu membuat ku kacau

Tapi aku lakukan


Seperti isi lemari yang berantakan

Aku tidak pernah menemukan

Tapi aku tetap mencari


Kepingan senyuman mu

Kamu adalah teka-teki

Dan aku tetap mencari


Dan kita terlibat dalam pembicaraan kecil

Kita bukan kisah pada umumnya

Yang dilihat semua orang

Aku mencium harum angin di musim hujan

Dan semua berwarna kelabu

Tapi kamu tetap menjadi pelangi ku


Karena kamu tersenyum, semuanya berubah

Aku tidak menganggap itu lucu

Tapi kamu tetap tertawa

Kamu menghabiskan banyak waktu

Untuk menyembuhkan luka, trauma, hati

Aku tidak bisa pura-pura tidak tahu

Dan kita memulai kisah yang baru