![]() |
| Tidak bermaksud iklan yah |
Di suatu hari ketika COVID-19 sedang meraja-lela. Tiba-tiba aku kehilangan indra penciumanku. Hidung dan kepalaku juga agak nyeri dan sakit. Aku bilang kepada ibu dan kakak perempuanku, mereka berusaha untuk menenangkanku dengan berkata; “itu bukan COVID-19 hanya flu biasa. Sebentar lagi juga sembuh”.
Karena kupikir
hanya flu biasa maka aku melakukan pekerjaan rumah tangga secara normal, tanpa
proteksi apa pun. Tapi aku juga sedikit khawatir, kalau-kalau benar aku terkena
COVID19. Oleh karena itu, ketika senja hari, aku sembahyang kepada Tuhan Yang
Maha Esa. Membakar Sembilan dupa dan berpuja bakti (Khow Tow) sebanyak seribu
kali. Awalnya, aku mencium asap dupa Guang Ming Xiang yang menyengat hingga
menyakiti hidung, mata, dan otakku.
Tunggu, kok
aku bisa mencium wangi yang menyengat dari dupa yang kubakar ini? Tidak terlalu
tercium wanginya, tapi seperti asap dupa itu menyengat hingga membuat hidung,
mata dan otakku terasa perih dan ada sensasi terbakar. Aku mulai merasa disembuhkan oleh Dewi Kwan Im, karena
gambar merk dupa tersebut ada rupa Dewi Kwan Im Pembawa Anak.
Aku mulai
berterima-kasih dan bersyukur atas penyembuhan ini. Belum sampai di situ,
ketika aku khow tow seribu kali, tiba-tiba air mata dan air ingus mulai keluar sangat
banyak. Ada yang membisikkan ku untuk terus melanjutkan khow tow tanpa menyeka
ingus dan air mataku.
Lambat laun,
ingus dan air mata ku keluar semakin banyak. Aku tidak boleh menyeka dan terus
melanjutkan khow tow sampai akhirnya banyak cairan dari hidung dan mata, tumpah
di Pai Tien. Aku jadi malu campur menangis merasakan mukjizat ini secara langsung. Aku seperti
ditolong oleh Dewi Kwan Im.
Dan benar
saja, setelah sembahyang, aku mulai bisa mencium lagi, hidungku lega dan aku
sangat bersyukur dan selalu terharu bila mengingat keajaiban ini.

