16 October 2023

Manusia Utara

Aku berjalan bersama teman ku di pasar

Kau berdiri menatapku dengan tajam

Aku pikir kau tidak baik hanya dengan melihat mata mu

Ternyata wajah mu seperti ukiran Yunani


Dan kau menghampiriku dengan kesan yang kurang baik

Dan yah aku hanya menyambut semuanya

Aku awalnya tidak ingin terlalu dekat dengan mu

Karena aku baru mengenal mu

Kau terlihat seperti penyamun di pasar


Seorang anak gadis berjalan ke Bait Allah

Kau bukanlah orang yang taat

Bagi mu aku hanya mengikuti keluarga ku berdoa

Kau bertanya padaku "apa bedanya kau dan aku?"


Ada sebuah perasaan yang sepertinya

Nyaman hidup menantang bersama mu

Saat kau begitu tertarik bertemu orang-orang terdekat ku


Hidup tanpa ketenaran dan hiruk pikuk

Aku seorang yang ramah dan siapa pun mengenal ku

Rasanya sulit mengerti diri mu

Kau dan aku bagaikan laut dan darat


Aku adalah orang Selatan dan kau pelukis yang handal

Wajahmu begitu indah seindah hati mu

Orang-orang tidak tahu jika mendengar cara mu berbicara

Tapi kau seorang dengan rasa kemanusiaan yang tinggi


Kau mengajakku ke rumah mu yang penuh aturan

Ayah mu adalah seorang yang tegas

Kau bilang aku adalah tempat bersandar mu

Ibuku menghadiahkan mu sebuah syal


Yah, memang benar kata hatiku

Orang Utara memiliki tulang yang lebih keras

Mereka lebih bersemangat dan ambisius

Tapi hati mereka tak bisa dibohongi

Chi Kung Lao Shi Menjaga Keluarga Ku


Hari ini, aku pulang ke rumah ku di Gunung Sindur. Sepulang rumah, karena sudah malam aku segera membersihkan altar rumah ku.

Saat membersihkan altar, aku memperhatikan pohon Sri Rezeki yang ada di kedua sisi altar ku. Di sisi kanan ada rupang Dewi Kwan Im, tepat di sebelah kanannya daun Sri Rezeki nya kuning dan bahkan ada yang busuk. 

Kakak perempuan ku bilang, bahwa stok Sri Rezeki di rumah hampir habis. Aku bilang aku akan mengecek stoknya besok pagi di perkarangan rumah. Aku pun melanjutkan membersihkan altar rumah ku di sisi kiri tepatnya di sisi Chi Kung Lao She.

Saat diperhatikan, mengapa daun Sri Rezeki di sebelah rupang Chi Kung Lao She terlihat segar dan hijau-hijau? Berbeda sekali dengan sisi Dewi Kwan Im yang kering bahkan busuk. Apakah ini pertanda bahwa Chi Kung Lao She ada di rumah ku menjaga keluarga ku?

Chi Kung Lao She pernah bersabda, "Masuk pintu Lao She tidak akan kelaparan, keluar dari pintu Lao She juga tidak kaya".

Sepeninggal ayah ku, kehidupan ku yang awalnya lumayan menjadi "agak berat". Tapi sesuatu hal yang belum pernah terjadi di dalam hidup ku saat ayah ku masih ada, aku menjadi lebih sering bersumbangsih dalam tenaga. 

Dahulu, saat ada ayah ku, aku terlalu boros. Tapi nyata sekali wejangan Chi Kung Lao She, bahwa sampai saat ini pun hidupku masih berkecukupan dan bahkan punya kemampuan yang lebih untuk bersumbangsih.