14 August 2025

Si Mian Fo Dalam Empat Kepribadian Manusia

Dalam psikologi, terdapat empat kepribadian manusia yang menonjol. Dari empat kepribadian tersebut terdapat dua kepribadian manusia yang menonjol. Ada pun empat kepribadian tersebut:


1. Plegmatis

Plegmatis adalah kepribadian yang cenderung tenang dan cinta damai. Orang-orang dengan kepribadian ini cenderung menghentikan segala pertikaian di dalam dirinya. Misalnya jika ada keributan, plegmatis akan cenderung untuk berdiam diri (mencari aman) tidak ikut keributan.


2. Sanguin

Orang yang memiliki tipe kepribadian sanguin adalah orang yang sangat ceria dan juga banyak bercerita. Orang dengan kepribadian ini biasa memecah kesunyian dan mengundang banyak tawa. Orang sanguin tidak suka jika berlarut-larut dalam kesedihan. Dan cenderung ingin hidup dengan bebas sesuai dengan keinginan hati mereka.


3. Melankolis


Hati-hati dengan orang berjiwa melankolis. Mereka suka melakukan segala hal dengan sempurna dan cenderung mudah stress dan sedih jika ada yang menyinggung atau mengkritik mereka. Kehadiran mereka berlawanan dengan kepribadian sanguin. Maka seringkali orang yang melankolis tidak cocok dengan orang yang berkepribadian sanguin. Mereka cenderung menganggap sanguin sangat mengganggu. Bahkan mereka bisa berpura-pura bahagia hanya demi menghibur orang-orang yang berada di lingkungannya padahal mereka sedang merasa sedih.



4. Koleris
Adalah orang-orang yang siap memimpin dunia. Adalah orang-orang yang percaya dengan keberadaan campur tangan mereka dunia bisa lebih baik. Akan tetapi jika kepribadian ini mendominasi dan terlalu menuruti sifat ini, akan menyebabkan arogansi yang cukup membahayakan. Mereka lebih suka untuk memerintah, daripada turun tangan langsung ke lapangan.

Itu adalah sifat atau kepribadian kita dalam ilmu psikologi.



Dalam Buddhisme dan Hinduisme, ada seorang Dewa atau Buddha bernama Brahmana (Si Mian Fo). Dalam ajaran Hinduisme, Brahma adalah Dewa yang sangat sempurna yang juga merupakan kasta tertinggi dalam kasta-kasta yang tertulis di agama Hindu. Brahmana dalam dunia manusia bagaikan orang-orang yang sudah meninggalkan keduniawian dan juga merupakan orang-orang suci yang selalu memberi petunjuk atau arahan dalam kehidupan.

Dalam agama Buddha ada seorang Brahma yang bisa kita sebut sebagai Buddha Empat Wajah (Si Mian Fo). Setiap wajah Brahma mewakili aspek permohonan yang berbeda, seperti cinta kasih, belas kasihan, kebahagiaan, dan ketenangan. Namun setelah saya pelajari dan saya amati, Buddha Si Mian Fo setiap wajahnya juga bisa mewakili empat kepribadian manusia itu sendiri.

Namun, pada dasarnya empat kepribadian tersebut hidup berdampingan di dalam diri kita, tetapi hanya dua yang menonjol di dalam diri kita. Figur Si Mian Fo adalah figur seorang manusia yang sempurna (secara kepribadian) dengan mengatur empat kepribadian tersebut sesuai dengan keadaan yang sedang terjadi.

Saya percaya, dengan mengatur empat kepribadian dalam diri kita sendiri, otomatis kita bisa menjadi manusia yang seimbang dalam mengatur emosi. Empat emosi tersebut sangat diperlukan dalam mengatur kehidupan sehari-hari, apalagi bagi kepribadian seorang pemimpin.


Kepribadian Ganda


Kepribadian ganda adalah di mana seseorang memiliki dua atau lebih kepribadian dalam tubuhnya. Misalnya ada seseorang yang taat beribadah namun ketika ia keluar dari tempat ibadah, ia berubah menjadi predator seks (para pemuka agama yang terkena kasus asusila di Indonesia cukup banyak terjadi).

Lalu bagaimana kepribadian ganda tersebut terjadi?

Kepribadian ganda berasal dari perasaan sedih, menderita, yang terakumulasi bertahun-tahun. Dan mereka berpikir, perlu super power untuk menghadapi itu semua. Karena mereka merasa terdesak, tidak ada orang lain yang menolong mereka, selain diri mereka sendiri, maka kepribadian kedua itu muncul. Sehingga tidak heran dalam kasus ini banyak sekali kasus pembunuhan (kasus pembunuhan juga salah satu yang disebabkan oleh kepribadian ganda).


Ada dua kemungkinan:

1. Penderita tidak sadar

Biasanya dalam kondisi ini penderita disebut “gelap mata”. Kebanyakkan disebabkan karena “zona nyaman” penderita terganggu. Misalnya saat sedang bertengkar hebat, penderita gelap mata membunuh lawan bicaranya. Sehingga dalam menghadapi penderita ini, butuh pengendalian emosi yang baik.

 

2. Penderita sadar

Misalnya seseorang yang menjadi gay atau lesbi itu kebanyakkan adalah kepribadian ganda. Masa kecil mereka kebanyakkan kehilangan figur ayah (untuk gay) dan ibu (untuk lesbi). Sehingga ketika dewasa, trauma dan rasa “butuh kasih sayang akan sosok orang tua” itu keluar. Dan mereka “haus” akan kasih sayang ayah dan ibu. Dan ketika mereka berada di lingkungan yang salah atau salah pergaulan, mereka bisa memiliki kepribadian kedua yaitu menjadi gay atau lesbi. Dan mereka haus akan atensi dan perhatian, sehingga merasa dengan menjadi demikian mereka menjadi unik.

 

Lalu bagaimana membuat penderita kepribadian ganda menjadi lebih baik?

Kepribadian ganda tidak bisa disembuhkan. Kepribadian itu bisa datang lagi sewaktu-waktu meski pun sudah lama tidak muncul. Butuh lingkungan atau orang-orang yang mendukung penderita tersebut untuk kembali normal. Faktor pendukung seperti stress dan depresi juga dapat menyebabkan muncul atau kambuhnya kepribadian kedua.

Ada baiknya jika mengalami gejala kepribadian ganda seperti lupa sehabis melakukan sesuatu, atau merasakan emosi yang meledak-ledak di dalam diri anda dan tiba-tiba anda merasa emosi itu hilang secara mendadak. Segera konsultasikan keadaan jiwa mu ke psikolog atau psikiatri terpercaya.

Saya pribadi menyadari diri saya kepribadian ganda. Saya berusaha untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berdoa setiap kali saya merasa kepribadian kedua saya ingin muncul. Saya kembali kepada “diri saya sendiri” yang saya pahami itu adalah Tuan Rumah saya sendiri. Jangan lupa untuk menjauhkan diri dari hiruk pikuk barang sebentar, untuk mengembalikan energi yang selama ini terkuras. Meditasi di tengah keramaian kota juga merupakan hal yang baik (healing) (mengembalikan suasana hati mendapatkan kedamaian dalam ketenangan).