21 October 2024

Kita adalah Cahaya

Kita adalah cahaya

Kunang-kunang yang bersinar

Gelapnya malam

Kumpulkan kepingan cahaya

Jadi gemerlap malam


Apakah kita suka memandang sebelah mata?

Atau kita telah gunakan keduanya?

Selalu berhati-hati


Hidup tidak mudah

Juga tidak sulit

Seperti maraton 

Berhenti setengah tanggung

Berlari hingga berakhir


Kita selalu melihat gelap

Tapi kita tak sadari

Kita adalah cahaya


Hati terus meragu

Tapi kaki harus terus melaju

Hidup penuh daya

Persiapkan baik-baik


Lihat dan hadapi kenyataan 

Maka sesal pun tiada

Sekali pun kita harus kalah

Itu pun karena mengalah


Kita berjalan menuju cahaya

Apakah kita masih

Memandang diri kita

Sebelah mata?


Di kepala kita

Ada bintang bersinar

Berlarilah ke bukit itu

Lihatlah secara menyeluruh

Cahaya di Depan Mata Mu

Bulan bersinar di atas kepala ku

Kegelapan memang selalu seperti itu

Pernahkah kamu sesak di dalam ruang gelap?

Ketika semua cahaya mati


Tidak ada cahaya yang memihak mu

Di sana hanya ada diri mu

Yang meraba di tengah kegelapan

Saat itu baru kamu sadari


Diri mu adalah cahaya

Teruslah mencari-cari

Berjalan-jalan hingga tiba di ujung jalan

Sedikit cahaya di celah kecil

Mengejutkan kedua mata mu


Ikuti cahaya di depan mata mu

Saat semakin kamu dibawanya keluar dari gelapnya labirin

Sekarang segala hal pada diri mu

Menjadi lebih baik daripada sebelumnya


Hidup mu menjadi lebih tenang

Kamu bisa melihat dirimu sendiri

Di genangan air bekas hujan

Kau melihat wajahmu sendiri

Dan menari-nari karena kamu menemukan cahaya mu


Wajah asli pun telah ditemukan

Orang-orang tersenyum kepada mu

Karena kamu telah ditemukan

Teruslah berbahagia

12 October 2024

Bersyukur atas Pengorbanan Anda (Khai Fang Ren Yuan)

Dengan hati yang paling tulus

Mengajari kami yang tidak bisa

Dari awal yang benar-benar awam

Hingga tiba di tahap seperti saat ini


Sudah berapa deraian air mata yang anda korbankan?

Sudah berapa banyak kesepian yang anda tahan?

Sudah berapa tahun yang anda korbankan untuk kami?

Tak terasa, masih saja tidak bisa memahami hati kecil anda


Sungguh berterima kasih kepada welas asih Qian Ren

Telah mengutus Anda datang ke sini

Jikalau tiada Anda di sini, saya masihlah pecandu minum

Yang bahkan tidak dapat memutus rantai besi

Dengan kearifan saya yang masih cetek

Karena tekad Anda yang begitu percaya kepada Dao

Barulah saya berani melibatkan Anda dalam hidup saya

Cahaya Boddhi dari Pelita Hati

Kita adalah terang di dalam kegelapan

Menyeduh minyak menyalakan pelita

Diri sendiri menjadi terang bagi orang lain

Bagaikan sebatang lilin membakar diri


Bagaikan secercah harapan di malam berbintang

Bulan bersinar begitu terang

Menampakkan kebijaksanaan Sang Malam

Di kala gelap berkuasa, Prajna lah penuntun


Kesadaran lah yang menuntun kepada "Aku" yang Sejati

Hati Para Buddha-Para Suci bagaikan mercusuar

Yang senantiasa mencari Bahterah-Bahterah yang kehilangan arah

Yang senantiasa menjadi tempat tenang bagi Para Nahkoda

Prajna Paramita

Nan Wu A Mi Duo Fo

Nan Wu Tian Yuan A Mi Duo Fo

Sering-seringlah membaca Nama Buddha

Dengan demikian melatih kesabaran dalam ketenangan

Dengan hati yang tenang maka akan memahami duduk permasalahannya


Dalam berkata-kata memang perlu ada penjelasan

Namun ketulusan bukanlah sesuatu yang perlu dijelaskan

Memandang masalah menggunakan Prajna Paramita

Bagaikan Sutra Intan memangkas kebodohan batin


Memahat batu menjadi sebuah rupang Buddha yang Indah

Hati Boddhi memanglah demikian adanya

Hati saat ini bagaikan cermin berstandar

Semua hal haruslah diatur yang rapi dan bersih


Sutra Patriat Ke-6 Hui Neng

Walau pun Ia adalah Guru Besar

Tapi kakak kelas harus selalu menjagaNya

Mendoakan semuanya selalu berjalan lancar dan teratur

Sehingga setiap orang dapat belajar dengan melihat seniorNya