20 June 2011

Mana yang Lebih Bahagia ?

Ada dua orang pengembara yang sedang melakukan perjalanan ke gunung. Mereka melakukan perjalanan tersebut dengan berjalan kaki. Awalnya keduanya bersemangat, akan tetapi ketika menjelang senja mereka mulai kelelahan. Persediaan kebutuhan mereka yang mereka bawa ternyata telah habis. Akhirnya mereka memutuskan untuk mencari pedesaan di dalam hutan gunung itu.

Dalam keadaan tergopoh - gopoh, keduanya akhirnya menemukan sebuah desa yang cukup besar. Di desa itu terdapat banyak gubuk kecil, tetapi sekaligus juga terdapat rumah - rumah yang terbuat dari batu - batuan dan cukup besar ukurannya.

"Bagaimana kalau kita izin menginap di gubuk ini saja?", tanya pengembara satu kepada pengembara lainnya.

"Jangan, jangan... Gubuk ini terlalu kecil dan juga kotor, sebaiknya kita pergi ke rumah yang besar - besar itu. Kita akan mendapat tempat yang nyaman di sana", kata pengembara lainnya.

"Aku rasa gubuk ini cukup nyaman untuk kita bisa menginap di sini semalam. Lagi pula kita juga sangat lelah berjalan lebih jauh lagi", kata pengembara yang satu.

"Baiklah, kalau kamu tidak mau ke rumah besar itu, aku akan ke sana. Jangan iri yah melihatku dapat tempat yang lebih nyaman!", kata pengembara lainnya.

Akhirnya pengembara lain itu pergi meninggalkan pengembara satu. Pengembara satu hanya menggeleng - gelengkan kepalanya lalu mengetuk pintu gubuk kecil yang ada di hadapannya.

"Permisi... Bolehkah aku menginap di sini semalam?", tanya pengembara satu itu kepada penghuni gubuk.

"Oh tentu saja... Silakan masuk", kata penghuni gubuk itu dengan ramah.

Di dalam, pengembara itu disuguhi makanan dan minuman. Penghuni - penghuni gubuk itu sangat baik. Mereka terdiri dari 5 keluarga yang terdiri dari ; satu ayah, satu ibu, tiga orang kakak beradik yang hidup saling akur. Walaupun tempat mereka kecil, tetapi mereka tetap saling berbagi dan saling mengisi. Pengembara itu bahagia, ia bersyukur ia bisa menginap di sana.

Bagaimana pengembara lainnya? Ia berjalan lebih jauh dan ketika ia sampai di rumah - rumah yang besar itu, tak jarang ia ditolak oleh banyak orang kaya di sana. Hingga akhirnya ia terhenti di urutan rumah besar yang terakhir.

"Permisi, bolehkah aku menginap di sini?", tanya pengembara itu.

"Tentu saja boleh... Silakan masuk", kata orang kaya itu.

Pengembara itu sangat senang, karena akhirnya ada orang kaya yang mau menerimanya. Akan tetapi tak berapa lama, istri si orang kaya meneriaki anak - anak mereka. Lalu disusul dengan tangisan anak - anak mereka. Setelah tenang, sekarang suami - istri saling ribut, bertengkar hingga tengah malam. Sang pengembara itu tak bisa istirahat, semalaman mendengar orang bertengkar dengan perut yang lapar. Hingga akhirnya mentari menyambut pagi yang cerah.



Kesimpulan:
Yang terlihat indah dari luar belum tentu indah di dalamnya. Justru karena keserakahan sering kali kita terjebak pada yang hanya indah di luar tapi belum tentu indah di dalam.

19 June 2011

fskfjkskdjkd

Hai, Bloggers! Udah lama ga blogging - blogging lagi. Maklumlah lagi males blogging terus dari beberapa minggu yang lalu, pc juga rusak alias ada gangguan sama CPU nya. Agak panik!! Soalnya gue pikir ada masalah sama hardwarenya. Tapi syukurlah, ternyata ga ada masalah yang serius sama CPU nya. Cuma ada beberapa yang diganti tadi pas servis hari ini di Lippo :).


Delapan hari yang lalu, tepatnya Sabtu tanggal 11 Juni, cici gue akhirnya melepas masa lajangnya. Dalam resepsi pernikahan yang digelar dari jem 06:30 - 09:00 malem, di Maple Park akhirnya cici gue bisa tersenyum bahagia (bareng suaminya, hehehehe...). Sebenernya pas hari senin kurang lebih seminggu yang lalu, gue pengen nulis review acara merried cici gue, tapi berhubung pc nya rusak, jadi terpaksa niat terurung. Tapi itu ga masalah, hahaha... soalnya juga bukan hal yang penting gimana.


Harapan gue untuk ke depannya, semoga cici gue bisa hidup rukun - rukun sama suaminya. Cocok sama keluarga barunya, bisa saling mengisi sama pasangannya & langgeng (pastinya). Gue juga yakin cinta mereka bakal awet (soalnya mereka udh menjalani masa pacaran kurang lebih 6 tahun dan mereka juga saling terbuka.. wkwkwk...). 


Harus diakui, rumah semenjak cici gue merried itu lebih sepi. Terus juga rasanya ada yang kurang gitu, karena cici gue udah gak tinggal bareng keluarga ini lagi (apalagi 1-3 hari setelah cici gue merried). Tapi seiring berjalannya waktu sampe sekarang udh 8 hari, gue udh mulai terbiasa sama keadaan ini :D. Hehehe....


Hmm... cukup deh buat blogging kali ini. Semoga besok - besok dapet pengalaman lebih seru lagi :).