03 August 2026

Dewi Kwan Im Penyelamat Wanita Tuna Susila

Pada zaman dahulu kala, di era dinasti Tang awal, ada seorang gadis Bernama Miao Niang. Miao Niang merupakan titisan Dewi Kwan Im di kehidupan lampau.

Miao Niang sangat suka peralatan kosmetik dan berdandan. Ibunya Miao Niang tidak begitu suka melihat Miao Niang suka merias diri. Akan tetapi Miao Niang tetap senang merias diri dan mengoleksi kosmetik serta minyak wangi.

Suatu ketika, Miao Niang yang berusia dua puluh tahun. Memutuskan untuk membuat kosmetik bedak dan gincu untuk dijual. Siapa sangka bedak dan gincu Miao Niang begitu laris. Semakin hari, semakin banyak pesanan bedak dan gincu. Akan tetapi Miao Niang yang awalnya merintis sendiri karirnya, akhirnya mau tidak mau, harus mencari karyawan baru.

Di samping pasar terdapat sebuah rumah bordil yang kumuh. Wanita-wanita yang bekerja di sana kebanyakkan janda yang sudah memiliki anak. Melihat hal itu Miao Niang pun berpikir, “daripada mereka bekerja seperti itu, lebih baik ikut saya membuat bedak dan gincu. Lagi pula gaya berdandan mereka sangat bagus dan cantik”.

Miao Niang menawarkan salah satu wanita Bernama Xiu Xiang untuk bekerja sama dengannya membuat kosmetik. Xiu Xiang sangat malu dan takut membuat nama kosmetik Miao Niang menjadi jelek, jika bekerja sama dengannya. Namun setelah dibujuk, akhirnya Xiu Xiang mau bekerja sama dengan Miao Niang membuat kosmetik.

Miao Niang dan Xiu Xiang berhasil membuat kosmetik dalam jumlah yang banyak dan kosmetik mereka semakin laku. Kosmetik mereka banyak dipakai oleh wanita-wanita yang tuna Susila. Akan tetapi, Miao Niang dan Xiu Xiang selalu membujuk mereka semua untuk ikut membuat kosmetik saja daripada bekerja seperti itu lagi.

Akhirnya, suatu hari, sang mucikari dari rumah bordil itu meninggal karena sakit. Akhirnya semua wanita-wanita itu diangkat Miao Niang menjadi karyawannya dan membuka salon untuk merias rambut dan menjual aksesoris rambut.

Miao Niang dan Xiu Xiang berhasil membuat wanita-wanita tersebut mendapatkan pekerjaan yang halal dan akhirnya semakin banyak gadis-gadis yang menjadi cantik.

Era dinasti Tang, dikenal dengan kecantikkan gadis-gadis Tiongkok karena dandanannya yang unik dan cantik. Hiasan rambutnya pun, juga tidak biasa.

 

09 July 2026

Kaisar Terakhir Dinasti Song Selatan (1278 – 1279)

Kaisar Zhao Bing

Lahir pada 1272, Zhao Bing (趙昺) adalah Kaisar terakhir Dinasti Song (宋帝昺) yang naik takhta pada usia 7 tahun. 

Zhao Bing adalah anak ke-7 dari Kaisar Zhao Qi (Kaisar Duzong) dan ibunya adalah Selir Yu (俞氏). seorang selir Kaisar Duzong yang memegang pangkat xiurong (修容).

 

Kiri Kaisar Zhao Xian, Tengah Kaisar Zhao Shi, Kanan Kaisar Zhao Bing
 

Dua Kaisar pendahulunya adalah saudaranya sendiri yaitu Zhao Xian (Kaisar Gong) (1275-1276). Zhao Shi (Kaisar Duanzong) (1276-1278). Kaisar Zhao Bing (1271–1279 M) adalah kaisar ke-18. Saat Dinasti Yuan (di bawah kendali Mongolia) berhasil menduduki ibu kota Song, Lin'an (Hangzhou masa kini), Zhao dan saudaranya, Zhao Shi, berhasil kabur ke Jinhua berkat jasa Lu Xiufu (陸秀夫).

Pada tahun 1276, Zhao Shi yang berusia 7 tahun naik takhta sebagai Kaisar Duanzong (宋端宗) dan hanya memerintah 2 tahun sebelum meninggal akibat sakit. Berhasil kabur lagi dari serbuan Dinasti Yuan karena Lu Xiufu, Zhao Bing dilarikan ke Pulau Mui Wo (yaitu Hongkong pada saat ini), dan diangkat sebagai Kaisar Bing pada tahun 1278.

Padahal sebenarnya, Kaisar Zhao Bing sangat menghormati bangsa Mongolia dan Kubilai Khan. Dan sangat menyambut mereka pada awalnya. Kaisar Zhao Bing bermaksud untuk melakukan musyawarah perdamaian dengan pihak Kubilai Khan lewat jalur perdagangan sutra dan mengakhiri perang. Namun Kubilai Khan malah memanfaatkan usia Kaisar yang saat itu terbilang masih sangat belia untuk menduduki wilayah kekuasaan Dinasti Song Selatan. 

Cara yang dilakukan oleh Bangsa Mongolia benar-benar sangat tidak berperikemanusiaan. Bangsa Mongol menyerang dengan cara membunuh membabi buta semua rakyat dan prajurit Dinasti Song secara tiba-tiba.

Hal itu yang membuat Perdana Menteri Lu Xiu Fu geram dan ingin berusaha menyerang tetapi semua prajurit sudah terlanjur diserang oleh Bangsa Mongolia. Hingga menyebabkan kekalahan tanpa penyerangan kembali yang berarti.

Perdana Menteri Lu Xiu Fu yang menggendong Kaisar Bing untuk terjun bunuh diri

Pada 1279, kubu Kaisar Bing berperang melawan Dinasti Yuan di Yamen, Guangdong. Di ambang kekalahan, Lu Xiufu terjun bersama Kaisar Bing dan wafat bersama. Dengan begitu, Dinasti Song pun resmi berakhir dengan tragis. Saat ini, makam Kaisar Bing ada di kota Shenzhen.

03 July 2026

Kisah Tentang Kehidupan Kaisar Guang Xu

Lukisan Kaisar Guang Xu

Kaisar Guang Xu (光緒帝) lahir di Kediaman Pangeran Chun, Kota Terlarang, pada tanggal 14 Agustus 1871. Beliau terlahir dengan nama Zai Tian (載湉). Beliau merupakan Kaisar ke-11 Dinasti Qing. Gelar Beliau adalah Kaisar Dezong dari Qing. Beliau adalah Kaisar kedua terakhir sebelum berakhirnya masa Dinasti Qing.

 

Orang tua Kaisar Guang Xu adalah Pangeran Chun dan Yehenara Rong yang merupakan adik Perempuan dari Ibu Suri Cixi. Kaisar Guang Xu resmi naik tahta pada tanggal 25 Februari 1875 di usia 4 tahun, setelah pendahulunya, Kaisar Tongzhi wafat.

Karena Kaisar Guang Xu masih sangat belia, untuk sementara kekuasaan Dinasti Qing dikendalikan oleh Ibu Suri Cixi. Sampai pada tahun 1889, Kaisar Guang Xu yang berusia 18 tahun, menikah dan barulah Kaisar Guang Xu mengambil alih kendali pemerintahan secara mandiri. Istri baru Kaisar, Permaisuri Longyu, adalah sepupunya sekaligus keponakan Ibu Suri Cixi. Mereka tidak memiliki anak.

 

Gerakan Reformasi 100 Hari 

Kaisar Guang Xu dan Para Pejabat

Kaisar Guang Xu mencetuskan Reformasi Seratus Hari (百日维新) yaitu Gerakan reformasi nasional, budaya, politik, dan Pendidikan selama 103 hingga 104 hari di Tiongkok yang berlangsung dari 11 Juni hingga 21 September 1898.

Gerakan ini diluncurkan oleh Kaisar Guang Xu yang masih sangat muda bersama penasihatnya, Kang Youwei dan Liang Qichao. Reformasi ini dipicu oleh kekalahan memalukan  Tiongkok dari Jepang dalam Perang Sino-Jepang Pertama (1894-1895) serta meningkatnya ancaman imperialism barat.

Selama Gerakan ini, Kaisar Guang Xu mengeluarkan lebih dari 40 hingga 180 dekrit kekaisaran yang bertujuan merombak total sistem Tiongkok agar setara dengan negara modern barat dan restorasi Meiji di Jepang.

Kaisar Guang Xu menghapus sistem ujian pegawai negeri tradisional yang kaku, serta mendirikan sekolah-sekolah modern. Beliau mendirikan Imperial University Of Peking (sekarang Universitas Beijing).

Kaisar Guang Xu juga memotong birokrasi, memberantas korupsi, dan menghapus departemen-departemen pemerintahan serta posisi pejabat korup yang tidak efisien.

Kaisar Guang Xu juga memodernisasi Angkatan perang dengan taktik barat, mempercepat industrialisasi, mempromosikan perdagangan swasta, dan membangun jalur kereta api.

Kaisar Guang Xu juga memberikan kebebasan berbicara.

Namun semua ini ditentang oleh faksi konservatif di dalam istana. Mereka merasa terancam dan menilai reformasi ini merusak nilai-nilai tradisional Konfusius dan memangkas hak Istimewa kaum elit Manchu.

Pada tanggal 21 September 1898, Ibu Suri Cixi memimpin sebuah kudeta militer dengan dukungan Jendral Ronglu. Yang akhirnya membuat Kaisar Guang Xu ditangkap dan diasingkan ke istana pulau buatan (Zhong Nan Hai) sebagai tahanan rumah hingga akhir hayatnya.

Dieksekusinya “Enam Budiman”. Adalah enam pemimpin reformis muda dieksekusi mati tanpa pengadilan. Dan hampir semua kebijakan reformasi dicabut dan dibatalkan oleh Cixi, kecuali pendirian Universitas Beijing.

 

Selir Mutiara 

 

Selir Zhen atau disebut "Selir Mutiara"

Kaisar Guang Xu dalam hidupnya sangat menyayangi selir kesayangannya, yaitu Selir Zhen (1876-1900) yang juga dikenal sebagai Selir Mutiara. Beliau dikenal karena kecantikan, kecerdasannya, dan dukungan terhadap ide-ide Kaisar. Namun, kehidupannya berakhir tragis ketika ia dilemparkan ke dalam sebuah sumur atas perintah Ibu Suri Cixi.

Ibu Suri Cixi (di tengah)

Kaisar Guang Xu mengalami guncangan emosional yang hebat dan depresi berat ketika mengetahui kematian Selir Zhen. Kaisar Guang Xu mengurung diri, menolak makan selama beberapa waktu, dan terus-menerus menangis.

Kaisar Guang Xu sangat tidak berdaya ketika tahu bahwa ia tidak lagi memiliki kekuatan politik untuk menghukum pelaku atau melawan Keputusan Ibu Suri Cixi. Sikapnya menjadi sangat pasif, murung, dan menarik diri sepenuhnya dari kehidupan istana.

Kaisar Guang Xu merupakan Kaisar yang setia kepada istri kesayangannya. Ia menolak menyentuh Permaisuri pilihan Ibu Suri Cixi yaitu Permaisuri Longyu yang merupakan keponakan Ibu Suri Cixi yang dinikahkan paksa dengannya. Setelah kematian Selir Zhen, Kaisar Guang Xu mengabaikan Permaisuri Longyu hingga akhir hayatnya.

Kaisar Guang Xu mendesak agar jenazah Selir Zhen diangkat dari sumur sempit tersebut. Jenazahnya kemudian dimakamkan kembali dengan layak di kompleks Pemakaman Barat Qing. Kaisar Guang Xu juga memberikan gelar anumerta Tingkat tinggi sebagai bentuk penghormatan terakhirnya.

 

Hari-Hari Terakhir Kaisar Guang Xu 

Setelah kegagalan Reformasi Seratus Hari pada tahun 1898, Kaisar Guang Xu menghabiskan 10 tahun terakhir hidupnya dalam isolasi total. Ia ditempatkan di rumah tahanan di Paviliun Yintai, sebuah pulau kecil di kompleks istana Zhong Nan Hai.

Ia kehilangan seluruh kekuatan politik dan hak kebebasannya. Penjagaannya sangat ketat dan ia dilarang berkomunikasi dengan dunia luar. Kondisi kesehatannya terus memburuk akibat depresi berat, frustasi, dan lingkungan isolasi yang tidak sehat.

Di suatu pagi hari, ada sebuah kiriman makanan berupa semangkuk yoghurt (atau sup kental) dikirimkan dari istana Ibu Suri Cixi ke pavilion tempat Kaisar Guang Xu diisolasi. Karena makanan yang dikirim langsung dari Ibu Suri tidak boleh ditolak atau diuji oleh pencicip makanan biasa, kaisar pun memakannya.

Awalnya, Kaisar Guang Xu tampak relatif stabil. Namun tidak lama setelah mangkuk itu kosong, tiba-tiba mengeluhkan sakit perut yang sangat parah. Ia juga mengalami kesemutan yang hebat di bagian tangan. Berdasarkan catatan dokter kekaisaran, wajah kaisar perlahan berubah menjadi Biru keunguan. Kaisar Guang Xu pun wafat pada tanggal 14 November 1908.

Pemakaman Kaisar Guang Xu
 

Selama hampir satu abad, catatan resmi Dinasti Qing menyatakan bahwa Kaisar Guang Xu meninggal karena sakit parah yang berkepanjangan. Namun, hal yang mengganjal juga terjadi sehari kemudian, yaitu wafatnya Ibu Suri Cixi. Kedua hal itu memicu kecurigaan besar di kalangan sejarawan.

Sesaat setelah Kaisar Guang Xu dipastikan tewas, Ibu Suri Cixi mengeluarkan dekrit kekaisaran terakhirnya. Ia menunjuk Puyi, balita berusia 2 tahun yang merupakan keponakan Guangxu, sebagai kaisar baru (Kaisar Xuantong). Langkah cepat ini sengaja diambil agar kekuasaan tidak jatuh ke tangan faksi pro-reformasi.

Pada tahun 2008, peneliti Tiongkok melakukan tes forensic mutakhir terhadap sisa rambut, tulang, dan pakaian jenazah Kaisar Guangxu. Hasil tes laboratorium menunjukkan kadar arsenik dalam tubuh Kaisar Guang Xu mencapai 2.400 kali lipat lebih tinggi dari Tingkat normal manusia. Temuan ini memastikan secara mutlak bahwa Kaisar Guang Xu tewas karena diracun.

Meskipun bukti racun sudah pasti, dokumen resmi tentang siapa yang menuangkan racun tersebut tidak pernah ditemukan. Namun, mayoritas sejarawan menunjuk Ibu Suri Cixi sebagai dalang utamanya.

Kaisar Guang Xu, selama hidupnya terkenal memiliki ketertarikan mendalam pada teknologi modern, termasuk jam. Kaisar Guang Xu sangat mengagumi mekanika zimingzhong – jam yang dapat berbunyi dan bergerak sendiri. Koleksi bersejarah ini mencakup karya-karya dari Inggris, Prancis, Swiss, serta lokakarya istana di Guang Zhou dan Su Zhou.

01 July 2026

Kutipan Lun Yii; Melayani Orang Tua


Sang Guru berkata, Layani orang tuamu dengan rendah hati. Jika mereka tidak mengikuti keinginanmu, tetap hormati mereka dan jangan membangkang. Bekerja keraslah tanpa mengeluh.

 

Kata “脱” (tuō) sama dengan “机” (jī), mengacu pada kesadaran halus, pemahaman yang sangat halus. “知机共神平” (zhī jī gòng shén píng) berarti mampu mengetahui pikiran bahkan orang yang paling keras kepala sekalipun, yang sangat ajaib dan tak terbayangkan.

 

“观” (guān) berarti halus. Kesalahan seseorang mudah diperbaiki ketika masih halus. Oleh karena itu, seorang anak harus memperbaiki kesalahan orang tuanya ketika masih halus, agar tidak menjadi kesalahan besar.

 

“幾欧” (jǐ ōu) berarti dorongan yang lembut, mengacu pada kata-kata yang lembut dan persuasif. Ini adalah pendekatan bertahap dan hati-hati, bertujuan untuk tidak menyinggung perasaan orang tua. Ini merujuk pada bagaimana bersikap bijaksana. “幾速” (jǐ sù) berarti dorongan yang bijaksana. “志” (zhì) merujuk pada niat orang tua. “不进” (bù jìn) berarti tidak berhenti.

 

“Melayani tanpa mengeluh”, Sang putra menanggung kesulitan fisik berulang kali, bahkan dimarahi dan dipukuli oleh orang tuanya, menderita luar biasa. Namun, ia selalu sangat mencintai orang tuanya, bertanya-tanya mengapa mereka tidak memaafkannya. Ia sangat menderita, tetapi ia tidak pernah menyimpan dendam terhadap mereka.

 


 

“Kehadiran seorang ibu ada di hati seorang putra, ketidak-hadiran seorang ibu ada di hati seorang putra.” Ini adalah kisah Yang Zisai, yang menaruh hatinya pada orang tuanya, mencintai dan menghormati mereka, tidak tahan melihat mereka menderita penganiayaan. Ia menanggung penderitaan yang luar biasa, terus berjuang dan tidak pernah menyerah, menunjukkan kesabaran yang luar biasa.

 

Sang Guru berkata, “Selama orang tuamu masih hidup, jangan bepergian jauh. Jika kamu harus bepergian, miliki tujuan.”

 

“Perjalanan termasuk belajar di luar negeri, bepergian ke tempat-tempat jauh untuk mencari guru dan teman, untuk mengejar ilmu; atau pergi ke tempat-tempat jauh untuk mencari nafkah dan mewujudkan ambisi seseorang.”

 

“Tujuan”: Ini membutuhkan tujuan yang teratur atau cara hidup yang harus diikuti setiap saat. Jika seseorang ingin pergi, ada cara yang tepat. Ini seperti menetapkan standar; tanpa standar, seseorang tidak dapat kembali ke jalan yang benar. Seseorang harus benar-benar mengikuti ajaran para bijak.

 

Komentar Tambahan Jiang Yi tentang sastra: “Jika urusan seseorang bukan untuk tuannya, apa yang dipelajarinya bukan untuk gurunya, apa yang bergaul dengannya bukan untuk temannya, apa yang dilakukannya bukan untuk dirinya sendiri, maka hatinya tidak sesuai dengan jalan yang benar. Seseorang harus memiliki jalan yang benar untuk kembali ke jalan yang benar, agar dapat menumbuhkan hati yang berbudi luhur. 


Bagian Weiji (微记) tentang "Ritual Gunung" menyatakan: "Seorang putra harus selalu memberi tahu ibunya sebelum pergi dan melaporkan kembali setelah kembali; perjalanannya harus teratur, dan studinya harus memiliki tujuan. Ia harus selalu mengingat usia tua.

 

"Keinginan terpenuhi, tetapi angin tidak pernah berhenti; Seorang anak laki-laki ingin berpakaian, tetapi waktunya belum tiba." Zhang Renhuo (dari Jie Tang Yan Wo) menulis: "Seorang ibu menanggung beban perjalanan anaknya sejauh seribu mil, menahan angin dingin dan embun, membutuhkan cahaya bulan di musim gugur. Memikirkan anaknya dalam perjalanannya ke negeri yang jauh, ia tidak dapat beristirahat di dekat jendela pada tengah malam."

 

Puisi Du Fu "Selamat Tinggal Ibu yang Tunawisma" berbunyi: "Kesedihan abadi untuk ibuku yang sakit berkepanjangan; lima tahun dihabiskan mengembara di tepi sungai; ia melahirkanku tetapi tidak dapat melakukan hal yang baik; sepanjang hidupnya ia mendengarkan hujan yang pahit!"

 

Konfusius berkata, "Jika seorang anak tidak menyimpang dari jalan ayahnya selama tiga tahun, ia dapat disebut berbakti." (Catatan: Kalimat terakhir tampaknya merupakan kutipan terpisah dan tidak terkait dari teks klasik Tiongkok.)

 

Sarjana Konfusius besar Zheng Kangcheng berkomentar, "Seorang anak yang berbakti, dalam masa berkabung, sangat berduka dan merindukan ayahnya, dan tidak menyimpang dari jalan ayahnya; ini adalah sesuatu yang tidak dapat ditanggung hatinya."

 

"Tidak menyimpang dari jalan ayahnya" menyiratkan bahwa sang ayah percaya bahwa ia telah menjunjung tinggi Jalan selama hidupnya. Jika sang ayah percaya pada Tao, ia dapat mengubahnya dalam semalam.

Keajaiban Dari Sujud Nurani (Khow Tow) Bagian II

 

Suatu hari, ibuku mendapat video call dari tanteku di Tanjung Pinang. Tanteku sedang dalam kesulitan. Suaminya terbaring sesak nafas di sampingnya dan telah mencoba menghubungi anaknya yang di Jakarta namun sepertinya belum ada hasil. Terpaksa tanteku menghubungi melalui video call ibuku seolah meminta ditemani kalau sesuatu yang buruk terjadi dengan suaminya.

Suami tanteku terjatuh saat naik tangga dan kemudian sesak nafas. Dan tanteku bingung harus bagaimana?

Melihat kesedihan itu, aku hanya bisa membantu membakar 108 dupa dan khow tow seribu kali. Tante dan ibuku dalam keadaan panik. Aku hanya menarik nafas dan kemudian Bersiap sujud Nurani. Seusai melakukan khow tow, semua membaik. Pamanku pun kondisinya berangsur-angsur pulih.

Sungguh keajaiban Tuhan Yang Maha Kuasa boleh bekerja dalam keluarga besarku. Meski pun tidak chiu Tao dan tidak pernah sembahyang, tetapi suami dari tanteku masih diberikan mukjizat oleh Welas Asih Buddha Maitreya dan Welas Asih Ibunda Suci.

26 June 2026

Keajaiban Dari Sujud Nurani (Khow Tow)

Di Vihara ku yang beraliran Yi Guan Dao, kami terbiasa melakukan Sujud Nurani (Khow Thow) setiap pagi dan sore menjelang malam. Sekali melakukan sembah sujud, kami umat Yi Guan Dao minimal akan melakukannya seratus kali sujud. Tapi jika ada kegiatan besar atau meminta tolong Lao Mu ada urusan yang cukup besar dan gawat kami akan melakukan seribu kali khow tow.

Teringat Budi besar dari Zhong Hua Sheng Mu di masa lalu. Demi supaya Tao dapat terus disebarkan di pulau Formosa dengan lancar, demi menyelamatkan banyak roh sejati umat manusia, Zhong Hua Sheng Mu melakukan sepuluh ribu kali khow tow dan keesokkan harinya penyebaran Tao dapat dilanjutkan kembali. Hingga akhirnya beberapa tahun kemudian Yi Guan Dao menjadi salah satu organisasi ketuhanan yang paling besar di Taiwan dan tersebar di seluruh pelosok Taiwan. Meski pun akhirnya hal itu membuat Zhong Hua Sheng Mu menjadi jatuh sakit, tetapi Beliau tidak pernah menyesalinya bahkan puas melihat Yi Guan Dao dapat berkembang di seluruh dunia.

Melihat kesaksian itu, aku akhirnya selalu melakukan sujud Nurani setiap pagi dan sore. Setiap pagi seratus kali dan setiap sore lima ratus kali. Tapi jika ada urusan berkaitan dengan nyawa saudara, biasa aku akan mempersembahkan seratus delapan batang dupa dan melakukan seribu kali khow tow untuk saudaraku (aku melakukannya dengan sukarela dan tanpa imbalan).

Suatu ketika, kakak Perempuan ku mendadak sakit perut. Kemudian beliau memutuskan untuk cek USG di rumah sakit. Saat dicek, terdapat benjolan di Rahim yang didiagnosa dokter adalah kista. Kemudian dokter menyarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut di hari berikutnya.

Kakak Perempuan ku pun menelepon ibuku dan bercerita bahwa beliau takut terkena kista dan bingung entah harus bagaimana?

Mendengar hal itu, tanpa ragu, aku membakar seratus delapan batang dupa dan melakukan seribu kali khow tow dan membaca paritta sebanyak dua puluh delapan kali. Semua itu dilimpahkan untuk kakak Perempuan tertua ku. Kakak Perempuan ku adalah seorang Katolik, tetapi aku selalu mendoakan beliau dengan suaminya dengan cara Buddhist. Perbedaan keyakinan tidak membuat kami berhenti untuk saling mendoakan.

Keesokkan harinya, setelah selesai melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Beliau kembali menelepon ibu ku dan kembali melaporkan bahwa sesuatu yang disebut kista ternyata adalah janin. Artinya kakak perempuanku tengah mengandung anak.

Aku dan keluargaku sangat senang sekali. Aku tak menyangka, khow tow ku ada gunanya dan membuat mukjizat begitu nyata. Padahal kami sudah sangat khawatir dan ketakutan. Sangat bersyukur kepada Buddha Maitreya dan Ibunda Suci telah memberikan ku selangkah keyakinan dalam pembinaan diri ini dan membebaskan ku dari rasa ketakutan dan memberi kedamaian bagi batin kami.

Pembuktian Pusaka Pertama

Kejadian Pertama

Malam ini aku ada di Guang An Fo Tang. Besok, baru akan diadakan Pekan Pengembangan Jiwa di Vihara Jakarta, Guang An Fo Tang. Malam ini ada umat yang datang dari Vihara Lampung, Guang Xi Fo Tang hendak menginap di Guang An.

Kami umat Guang Ji Indonesia, peserta dan pengabdi mempunyai kebiasaan untuk menginap sehari sebelum kegiatan kita dilaksanakan. Tujuannya supaya kita tidak terlambat dalam mengikuti kegiatan besok yaitu morex (Morning Exercise) bersama.

Malam itu, umat yang datang dari Lampung berjumlah dua orang dan mereka sampai ketika subuh sekitar jam tiga malam. Sebuah perjuangan yang hebat, baru kali ini mendengar dua remaja baru berusia tiga belas tahun berjuang untuk pergi ke Jakarta untuk ikut PPJ SMP tiga hari tiga malam.

Sesampainya mereka di Guang An, mereka diarahkan untuk langsung tidur di Aula. Aku yang saat itu juga sengaja belum tidur untuk menyambut mereka, akhirnya pergi tidur bersama mereka dengan posisi berseberangan.

Aku termenung, malam ini aku sulit tidur. Hari pertama di Guang An Fo Tang (karena Guang An Fo Tang juga baru dibangun terletak di Perumahan Taman Palem, Jakarta Barat).

Aku pun teringat dengan cerita, Sang Buddha yang selalu sadar dan tidak pernah tertidur. Jikalau beliau malam harus beristirahat, Beliau lebih memilih samadhi dan meditasi. Mengatur pernafasan dalam posisi duduk dan sangat jarang dalam posisi tidur.

Saat itu, aku memutuskan untuk memejamkan mata dan fokus pada pusaka pertama tanpa melafalkan nama Buddha. Hanya memejamkan mata dan mulai untuk masuk dalam fase “safe mode” dan juga merasa sangat tenang tanpa berusaha berpikir apa pun.

Meski pun aku sendiri tidak bisa tidur sepanjang malam karena saya juga memiliki anxienty (gangguan kecemasan) tidur yang sangat parah (dulu aku bisa menangis jika tidak bisa tidur sehingga kurang leluasa untuk menginap di vihara). Tetapi sekarang setiap kali tidak bisa tidur, aku menggunakan cara meditasi fokus pada pusaka pertama dan berusaha untuk pasrah dan bersatu dengan alam. Kita adalah bagian dari alam semesta sehingga begitu merasakan Syukur yang amat luar biasa lewat perenungan yang terpusat pada Tiga Pusaka.

Ada remaja dari Lampung yang terbangun dan tidak bisa tidur sepanjang malam itu. Tuhan memberikan ku kesempatan untuk berbagi pengalaman ini dengannya. Dan dia mendengarkannya, dan pergi mempraktekkannya dan ia tidak terbangun lagi malam itu. Ia tertidur hingga pagi.

 

Kejadian Dua

Pertemuan Dharma Dua Hari kemarin, aku bertemu dengan seorang remaja yang baru lulus SMA. Aku menginap di Guang Sheng Fo Tang dan tidur berseberangan dengan anak tersebut.

Anak tersebut tidak bisa tidur lesehan di lantai, walaupun telah dilapisi dengan Kasur Palembang.  Anak tersebut mengeluh sakit pinggang dan punggung ketika tidur di lantai.

Aku menawarkannya untuk melapisi Kasur itu dengan selimut yang dilipat hingga cukup tebal, mana tahu bisa membantu mengurangi sakit pinggang dan punggungnya. Tetapi ia tidak mau.

Aku pun akhirnya menyarankan dia hanya untuk fokus pada pusaka pertama (tanpa membaca nama Buddha) dan akhirnya tak berapa lama ia pun tertidur nyenyak tidak terbangun lagi.

Kemudian tak berapa lama, ketika ia tidur menyamping menghadap ke kiri, aku menambahkan selimut yang dilipat cukup tebal, tepat di punggungnya. Dan malam itu pun, aku melakukan hal yang sama. Aku hanya duduk, fokus ke pusaka pertama, dan akhirnya tertidur hingga pagi pukul lima.

 

24 June 2026

Keajaiban Dari Dupa Paling Murah Guang Ming Xiang (光明香)


Tidak bermaksud iklan yah

Di suatu hari ketika COVID-19 sedang meraja-lela. Tiba-tiba aku kehilangan indra penciumanku. Hidung dan kepalaku juga agak nyeri dan sakit. Aku bilang kepada ibu dan kakak perempuanku, mereka berusaha untuk menenangkanku dengan berkata; “itu bukan COVID-19 hanya flu biasa. Sebentar lagi juga sembuh”.


Karena kupikir hanya flu biasa maka aku melakukan pekerjaan rumah tangga secara normal, tanpa proteksi apa pun. Tapi aku juga sedikit khawatir, kalau-kalau benar aku terkena COVID19. Oleh karena itu, ketika senja hari, aku sembahyang kepada Tuhan Yang Maha Esa. Membakar Sembilan dupa dan berpuja bakti (Khow Tow) sebanyak seribu kali. Awalnya, aku mencium asap dupa Guang Ming Xiang yang menyengat hingga menyakiti hidung, mata, dan otakku.


Tunggu, kok aku bisa mencium wangi yang menyengat dari dupa yang kubakar ini? Tidak terlalu tercium wanginya, tapi seperti asap dupa itu menyengat hingga membuat hidung, mata dan otakku terasa perih dan ada sensasi terbakar. Aku mulai merasa disembuhkan oleh Dewi Kwan Im, karena gambar merk dupa tersebut ada rupa Dewi Kwan Im Pembawa Anak.

Aku mulai berterima-kasih dan bersyukur atas penyembuhan ini. Belum sampai di situ, ketika aku khow tow seribu kali, tiba-tiba air mata dan air ingus mulai keluar sangat banyak. Ada yang membisikkan ku untuk terus melanjutkan khow tow tanpa menyeka ingus dan air mataku.

Lambat laun, ingus dan air mata ku keluar semakin banyak. Aku tidak boleh menyeka dan terus melanjutkan khow tow sampai akhirnya banyak cairan dari hidung dan mata, tumpah di Pai Tien. Aku jadi malu campur menangis merasakan mukjizat ini secara langsung. Aku seperti ditolong oleh Dewi Kwan Im.

Dan benar saja, setelah sembahyang, aku mulai bisa mencium lagi, hidungku lega dan aku sangat bersyukur dan selalu terharu bila mengingat keajaiban ini.


22 June 2026

Don't Judge The Books By A Cover

Kemarin ketika Kelas Dharma dua hari di Vihara Tangerang, aku ada ajak ngobrol beberapa umat baru di Vihara. Banyak sekali anak muda yang baru lulus sekolah. Aku suka mengajak ngobrol mereka soal jurusan kuliah yang mereka pilih, mereka hendak kuliah di mana dan sebagainya.

Ada seorang anak yang baru dua bulan aktif di Vihara Kuang Sheng. Dia baru lulus sekolah dan pergi mendengarkan kelas dharma ini. Awalnya aku bertanya hal-hal mendasar seperti di atas, sampai akhirnya aku pun lebih fokus pada dua orang selain dirinya yang tak banyak berbicara kepada ku.

Aku asyik berbicara hingga kudapati, mejaku hanya tersisa tiga sampai empat orang saja. Dan anak muda itu sudah pasti pergi dari mejaku.

Yah, dia terlihat bosan dengan omonganku dan memilih ngobrol dengan teman sebayanya. 

Dan karena itulah timbul kesan pertama, "sepertinya anak ini kurang sopan".

Sampai akhirnya, seharian itu aku tidak mau menatap wajahnya atau mengajaknya berbicara lagi.

Di sore hari ketika kelas bubar. Aku pergi ke arah ruangan tim pelayanan (Cao Tai). Aku mendapati seorang anak muda yang membawa dua bungkus makanan kecil yang sepertinya ia bawa dari rumah untuk malam hari menginap di Vihara kalau-kalau dia iseng pingin ngemil.

Dia adalah anak yang kumaksud tadi pagi. Berpas-pasan dengannya membuatku agak malas berurusan dengannya. 

Tapi tiba-tiba dia menawari aku salah sebungkus cemilan yang ia bawa.

"Ko, mau nggak?", tanya dia.

Aku agak kaget, mataku terbelalak kebingungan.

"Oh, xiexie yah. Saya nggak mau", jawabku sambil tersenyum.

Aku mulai berpikir; "kesan pertama ku terhadap anak tadi pagi itu ternyata salah. Aku kebanyakkan berpikir atau jangan-jangan aku sudah mulai tua yah, jadi mudah tersinggung?", renungku dalam hati.

Akhirnya aku berlalu melanjutkan aktifitas ku lagi dan aku pergi mandi. Seusai mandi, aku hendak masuk kamar tidur menaruh baju. 

Betapa terkejutnya aku, mendapati anak yang tadi membawa sebungkus Quaker Oat Instan dan hendak menawariku lagi, "koko mau nggak, oat buat entar malam?"

Quaker Oat Instan yang dikasih

Tadinya aku nggak mau, tapi dia agak memaksaku menerimanya. Di sini aku agak teringat kemarin malam sebelum menginap, aku ingin membawa racikan cokelat dan krimer bubuk untuk diseduh di Vihara pada malam hari. Tapi aku terlalu malas meraciknya karena sudah mengantuk, akibatnya aku tidak membawa minuman seduh apa-apa untuk malam hari.

Tapi memang Lao Mu, Milefo sangat baik yah :') mengirimkan Quaker Oat Instan dari seorang anak laki-laki berusia 18 tahun. Umat pemula lagi di kelas dharma tersebut. Membuatku merasa, sepertinya jodoh anak muda di kelas kali ini mereka agak berbobot soal pikiran dan jalan hidup. Membuatku merasa ada perkembangan secara pikiran dan perilaku di setiap regenerasi. Mereka yang terlahir di tahun-tahun belakangan lebih berprinsip dibanding generasi diriku yang cenderung masih sangat labil dan benar-benar kekanak-kanakkan.

16 June 2026

Ringkasan Lun Yü


Saya memilih ilustrasi "Jalan Menuju Maitreya" Karena salah satu ajaran Maitreya adalah menerapkan Ajaran Konfusius (Ru Jia)

Salah Satu Gambar Nabi Konfusius Dengan Kapur Hasil Karya anak Guang Ming School, Belinda

Nabi Konfusius bersabda; "Shen! Jalan-Ku adalah jalan yang meliputi segala sesuatu." 


Zengzi berkata, "Ya." 


Setelah Konfusius pergi, murid-muridnya bertanya, "Apa maksudnya?" 


Zengzi berkata, "Jalan Sang Guru tidak lain adalah setia dan instropeksi diri!" 



"Shen" adalah nama Zengzi; Zeng Xiang, juga dikenal sebagai Laozi Xing, berasal dari Negara Lu dan 46 tahun lebih muda dari Konfusius.


Prinsip-prinsip yang diajarkan Konfusius dapat diringkas dalam satu prinsip. 


"Ya" adalah respons yang penuh hormat, menunjukkan pemahaman terhadap ajaran Konfusius.


"Jangan lakukan kepada orang lain apa yang tidak ingin kamu lakukan kepada dirimu sendiri; ini disebut pengampunan." 


Kesetiaan Perdana Menteri Lu Xiu Fu Kepada Kaisar Zhao Bing

Jalan kesetiaan dan perenungan masih ada di dunia, tetapi jalan ini jika dijalankan terus menerus dapat melampaui batasan kemampuan kemanusiaan dalam menjalankan kehidupan.


Kitab Zhongyi mengatakan, "setia sembari instrospeksi diri tidaklah melanggar aturan." 


Jika seseorang tidak melarikan diri, maka ia dekat dengannya. Kemudian seseorang dapat melanjutkan dari masalah ke prinsip, dan dengan demikian mencapai konsistensi. 


Ketika seseorang setia, tindakannya sendiri bukanlah tanpa tujuan; hati gelisah, seolah-olah hati seharusnya tenang. Kesetiaan adalah pengembangan batin seseorang; ketenangan yang harus dijalankan adalah perlakuan kita adalah bentuk kepedulian terhadap orang lain.


Sebelum mengembangkan hati sendiri, seseorang harus setia - memusatkan perhatian kita pada tujuan kita - kemudian mewujudkan sikap dari setia itu sendiri - mengembangkan diri kita - baru ada hasil yang baik. 


"Kebajikan" adalah sesuatu yang dikumpulkan dari tindakan masa lalu seseorang; seseorang yang memiliki kebijaksanaan dan integritas yang tinggi, terlepas dari siapa pun, harus mengerahkan upaya maksimalnya.


Menolong orang lain menghasilkan ketenangan batin (jalan kemanusiaan), dengan ketulusan membimbing orang lain.



Konfusius berkata, “Orang yang unggul memahami kebenaran; orang yang rendah memahami keuntungan.”


“Memahami” berarti telah mengetahui suatu proses masalah atau pernah berkecimpung dalam pengalaman tertentu.


Orang yang unggul memahami prinsip-prinsip “diri” dan menekankan kesatuan pengetahuan dan tindakan. Ketidakmampuan untuk bertindak dan ketidaktahuan adalah dua sisi mata uang yang sama; pengetahuan sejati mengarah pada tindakan.


Ia memahami apa yang seharusnya dan tidak seharusnya dilakukan dalam situasi apa pun. Setiap tindakan orang yang unggul dipandu oleh kebenaran, sehingga mencapai “pemahaman akan kebenaran.”


Pengejaran keuntungan oleh orang yang rendah tidak terbatas pada kekayaan; dalam semua tindakan, perkataan, dan pikirannya, ia memprioritaskan kebutuhannya sendiri dan menghindari masalah. Ia tidak akan pernah mengorbankan sehelai rambut pun untuk kepentingan dunia—inilah perilaku orang yang rendah.


Pada awal Dinasti Song, Bapak Xing Jiuzhou, di bawah bimbingan Zhu Xi, mengajar di Akademi Bailudong. Bagian ini membahas “diri” dan “keuntungan”; yang pertama merujuk pada kepentingan diri sendiri, yang kedua pada keuntungan finansial.


Aku bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip Kebenaran, dan manfaatnya harus dirasakan oleh orang-orang. 


Zhu Xi dari Dinasti Song berkata, "Persiapan adalah apa yang dianggap pantas oleh Kebenaran, dan pengumuman adalah apa yang diinginkan orang." 


Ya Zi berkata, "Mereka yang bangkit ketika burung berkicau, dan yang perbuatan baiknya adalah kebajikan, adalah pengikut para bijak. Mereka yang bangkit ketika burung berkicau, dan yang perbuatan baiknya adalah kebajikan, adalah mereka yang mampu berbuat kebajikan. Mengetahui perbedaan antara berjalan dan berlari, tidak ada yang lain selain manfaat tersembunyi dari kebaikan sejati." 


(Mencius, Sheng Xin Shang) Cheng Ding berkata, "Lumpur yang penuh kegembiraan menghalangi aliran air, dan perasaan manusia menghalangi prinsip-prinsip Kebenaran."

09 June 2026

Aku Ingin Melibatkan Mu Di Dalam Hari-Hari Ku


Hidup mu adalah filem yang selalu kutonton setiap hari dan filem favoritku sepanjang masa

Saat aku mengenalmu, tanpa terasa hari-hariku telah melibatkan mu


Saat aku bertemu denganmu, aku merasa kamu adalah buku favoritku

Kamu membuatku merasa harus mempelajari dirimu hingga hal terkecil


Kamu adalah tokoh utama dalam hidupku

Membuatku selalu ingin menjadi partner terbaik mu

Saat kamu berbicara, suaramu sangat lembut

Dan membuatku ingin mendengar suara mu setiap hari


Aku ingin melibatkan kamu dalam hidupku

Di segala situasi dalam hidupku

Aku selalu mencari bayangan mu

Di setiap hariku


Di setiap aku terbangun, aku selalu menemukan mu dalam bayanganku

Aku mendengar kata-kata manis dari bibirmu yang kecil

Membuatku seolah melihat filem masa depan ku dengan mu

Kamu adalah naskah drama terbaik dalam filem tentang hidupku

Saat bersama mu adalah saat yang tak pernah tergantikan


Kamu adalah segala yang kucari dalam hidupku

Apakah aku masih memimpikan mu?


Saat kamu melangkah dengan rok bunga kesukaan mu

Aku merasa kamu berbeda dari gadis kebanyakkan

Gadis dari masa depan yang diperuntukkan untukku

Aku melihat keindahan di mata cokelat dan senyuman yang anggun

Yang tidak pernah ada di gadis lain, kamu berbeda dari gadis yang lain


Saat kamu meminum cokelat hangat di senja hari

Aku ingin duduk di samping mu meminum secangkir kopi hangat

Aku selalu ingin berada di samping gadis idaman ku

Aku selalu ingin mencintaimu


Tepi jalan yang penuh toko bunga

Akan selalu kulalui ini, bila bayanganku adalah dirimu


Aku akan selalu merekam ini, jika aku terus berjalan dengan mu

Aku akan membeli kamera dan memfoto dirimu setiap hari

Kamu adalah gadis yang paling cantik dalam hidupku


Saat kita berdua pergi ke seluruh tempat

Itu tidak akan menjadi hal yang terlupakan

Jika itu dengan mu, aku akan selalu menjagamu


Saat kita berdua duduk bersama

Aku tidak akan melewatkan kesempatan ini

Untuk membuatmu menjadi satu-satunya


Saat langit oranye berubah menjadi merah muda

Aku ingin bersama mu sepanjang hari hingga rembulan bersinar

Aku ingin selalu bertemu dengan dirimu selamanya

Aku ingin selalu bersama mu setiap hari


Aku selalu ingin melibatkan hari-hariku bersama mu selamanya...

Di setiap jalan hidupku, aku ingin selalu berjalan bersama dengan mu...

Menikmati setiap perjalanan dengan mu