Mantra ini diberikan oleh Bodhisattva yang penuh cinta kasih yaitu Bodhisattva Maitreya. Buddha Maitreya memandang, dewasa ini, dunia kekurangan cinta kasih. Setiap orang merasa nyaman dengan diri sendiri saja, padahal di luar dirinya sendiri masih ada orang yang perlu diperhatikan.
Di sisi lain pasangan suami istri sering kedapatan melirik orang lain, kurangnya rasa kesetiaan di antara kehidupan sosial membuat Buddha Maitreya menurunkan Mantra sederhana ini untuk mengingatkan kita semua.
Marilah kita sering-sering mendaraskan mantra ini.
Di tengah ketersesatan enam indra
Mencari jalan keluar dari semua masalah
Di mana jalan lurus itu?
Sejauh mata memandang
Bisakah anda melihat gunung itu?
Jalan itu berputar dan berbelok
Seperti hatiku yang tak berarah
Apakah aku mengikuti seutas tali
Membawa ku pada tujuan?
Hatiku hanya melihat samar
Tapi hangat matahari terasa nyata
Dalam perjalanan ku
Tidak akan selalu lurus, banyak rintangan
Tapi dalam perjalanan aku ditempa
Menjadi kuat dan layak untuk mendapatkan
Bisakah aku bertahan pada setiap kerikil tajam?
Bisakah aku menyingkirkan batu besar dalam diriku?
Meski pun hatiku sudah hancur dan terluka
Bisakah ku setia dan bertahan?
Jika kau mengerti cinta pada akhirnya apa?
Apakah kita akan melarikan diri?
Tapi kasih sayang sejati tak pernah berlari
Seperti itulah yang diberikan kepadaku
Meski banyak rayuan dari orang-orang
Tapi itu tidak menggoda imanku
Dari hal-hal yang benar-benar menyayangiku
Aku dengan segala rapuh berkata,
"Aku akan bertahan"