The Dreams of Jang Ok Jung



Pertemuan pertama saat kau bilang kepada ku

"Kau bagaikan Lotus Merah Muda yang merekah

Muda seperti Buah Persik"

Kamu terlihat sangat menyukai ku


Aku jadi punya pikiran ku sendiri

Tentang masa depan, akankah cinta kita abadi?

Saat pertama kali rasanya begitu bahagia

Tapi bolehkah hati mu hanya milikku seorang saja?


Seseorang akan lupa jika dia dikelilingi benda-benda 

Yang baginya lebih indah dari miliknya yang lama


Salju-salju turun di hari yang begitu cerah

Sekujur tubuhku dingin tapi kepala ku rasanya begitu hangat


Orang yang kucintai, datanglah ke paviliun

Aku masih merasa kau masih memelukku di sana


Seperti saat pertemuan dibawah cahaya rembulan

Meski pun terlihat di wajah mu aku terasa hambar


Hari ini salju dan bunga Mei Hua bercampur

Persis seperti Es Campur yang dipersembahkan kepada Permaisuri (karena komposisinya indah)

Tapi ternyata aku memanglah orang yang  sangat rendah

Bagai tebu yang sudah kering dan menjadi kayu bakar


Air danau tidak mengalir hanya memelihara ikan Mas

Hidup di tengah harta yang berlimpah


Rasanya juga tidak ada artinya jika kesunyian

Lotus yang baru kuncup, rasanya juga melayu


Aku tiada makna saat belahan jiwa mu yang lain

Menyuruhku untuk lebih baik ambil kain sutra dan gantung diri


Aku tidak ingin sakit, atau pun sengaja celaka

Inilah jalan hidup yang sangat menakutkan

Tapi harus kujalani sendiri

Popular posts from this blog

Misi Bodhisatva Maitreya

Kisah Li Qiang, Dewa Penjaga Keluarga

Pakaian Tradisional Masyarakat Indonesia Khususnya di Pulau Jawa

Kepribadian Ganda

Si Mian Fo Dalam Empat Kepribadian Manusia

Khan Thi Minh

Rhythm of the Rain

Lahir Lebih Awal

Cahaya di Depan Mata Mu